
Penulis: Andre
ROTE NDAO– SuaraNkri.Com – Seksi Pendidikan Kristen Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rote Ndao menggelar kegiatan penyusunan Modul Ajar Kurikulum Merdeka bagi Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) dengan mengusung pendekatan Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Rote Ndao dan diikuti oleh kepala sekolah serta guru dari SMTK Ba’a dan SMTK Rote Timur.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Seksi Pendidikan Kristen Kemenag Kabupaten Rote Ndao, Albert E. Pethan, S.Sos, Pengawas Pendidikan Agama Kristen (PAK), Marselina Tauk, serta menghadirkan narasumber Helmi Lango.
Dalam sambutannya, Albert E. Pethan menegaskan bahwa penyusunan modul ajar tidak hanya berorientasi pada pemenuhan tuntutan Kurikulum Merdeka, tetapi juga harus mampu menjawab kebutuhan peserta didik melalui pembelajaran yang kontekstual, bermakna, dan berlandaskan nilai-nilai kasih.
Ia menekankan lima pilar utama yang menjadi landasan dalam penyusunan modul ajar SMTK, yakni:
- Deep Learning (Pembelajaran Mendalam), yang mendorong peserta didik tidak hanya menghafal materi, tetapi memahami, merefleksikan, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
- Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP), yaitu penyusunan kurikulum yang kontekstual, adaptif, serta sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.
- Cinta Kemanusiaan, melalui penanaman nilai empati, toleransi, serta kepedulian sosial kepada sesama tanpa memandang perbedaan.
- Ekoteologi, yakni membangun kesadaran iman Kristen yang diwujudkan melalui kepedulian terhadap pelestarian lingkungan hidup sebagai bagian dari ciptaan Tuhan.
- Penguatan Karakter, yang bertujuan membentuk peserta didik berintegritas, beriman, serta menjadikan kasih sebagai fondasi utama dalam kehidupan.
Menurut Albert, kelima pilar tersebut diharapkan menjadi identitas khas pendidikan SMTK di Kabupaten Rote Ndao sekaligus menjadi dasar dalam membentuk lulusan yang memiliki kompetensi akademik, spiritual, dan sosial yang seimbang.
Pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta yang dipadukan dengan Deep Learning menjadi salah satu fokus utama dalam lokakarya ini. Para guru dibimbing untuk menyusun modul ajar yang tidak hanya berorientasi pada capaian pembelajaran, tetapi juga menempatkan kasih, empati, dan relasi yang hangat antara guru dan peserta didik sebagai penggerak utama proses pembelajaran.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, serta membedah penyusunan modul ajar bersama narasumber Helmi Lango dan Pengawas PAK Marselina Tauk.
Melalui kegiatan ini diharapkan tersusun modul ajar Kurikulum Merdeka yang siap diimplementasikan pada tahun ajaran baru. Modul tersebut diharapkan mampu mendukung lahirnya generasi muda Rote Ndao yang unggul secara intelektual, matang secara spiritual, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap sesama dan kelestarian lingkungan.


