
Penulis: Fera Ludji
Editor : Rudi Mandala
Rote Ndao- SuaraNkri.Com – Empat atlet muda Taekwondo asal Kabupaten Rote Ndao sukses mengharumkan nama daerah pada Kejuaraan Nasional Piala Gubernur Jawa Tengah Taekwondo Open Tournament 2026 yang berlangsung di GOR Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, pada 26–28 Juni 2026.
Kejuaraan yang memperebutkan total hadiah sebesar Rp51 juta ini diikuti sebanyak 2.948 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Di tengah ketatnya persaingan, kontingen Rote Ndao yang diwakili Dojang Bhayangkara tampil gemilang dan berhasil mencuri perhatian penonton maupun dewan juri.
Sorak-sorai “kecil-kecil cabe rawit” berkali-kali terdengar dari para suporter saat menyaksikan aksi memukau Adiyarta Francis Lulu atau yang akrab disapa Arya.
Penampilannya yang agresif, cepat, dan penuh percaya diri membuat lawan-lawannya tak berkutik serta memukau ribuan penonton yang memadati GOR Jatidiri pada Minggu (28/6/2026).
Dojang Bhayangkara Polres Rote Ndao mengirimkan empat atlet terbaiknya, yakni:
Adiyarta Francis Lulu (Arya)
Abiel Maak
Cartika Manafe
Januaresya Maak (Eca)
Keempat atlet tersebut berhasil membawa pulang lima medali dengan rincian:
Adiyarta Francis Lulu (Arya): 1 medali emas.
Abiel Maak: 1 medali perak.
Januaresya Maak (Eca): 2 medali emas.
Cartika Manafe: 1 medali perunggu.
Dengan demikian, kontingen Rote Ndao berhasil mengoleksi total tiga medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu.
“Hasil yang diraih oleh mereka sangat membanggakan kami selaku orang tua yang sekaligus berkesempatan mendampingi anak-anak kami hari ini,” ujar Melki Maak, ayah dari Abiel dan Eca.
Sementara itu, Ketua Taekwondo Rote Ndao, Jacobia Smaut, yang tidak sempat mendampingi kontingen ke Semarang, menyampaikan apresiasinya melalui pesan WhatsApp.
“Selaku pengurus Taekwondo Rote Ndao, kami sangat bangga atas pencapaian empat putra-putri terbaik yang berhasil meraih tiga medali emas, satu perak, dan satu perunggu.
Ini membuktikan bahwa atlet-atlet Rote Ndao mampu bersaing dengan peserta dari kota-kota besar yang memiliki fasilitas latihan lebih lengkap,” ungkapnya.
Ia berharap prestasi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Rote Ndao agar dapat memberikan dukungan nyata terhadap pembinaan olahraga taekwondo di daerah.
“Keberangkatan anak-anak ke Semarang murni berasal dari sumbangan sukarela orang tua, pengurus Taekwondo Rote Ndao, serta para relawan yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan taekwondo di Rote Ndao. Dukungan tersebut menjadi penyemangat bagi para atlet untuk terus berlatih demi mengharumkan nama daerah,” tambahnya.
Di kesempatan terpisah, pelatih Dojang Bhayangkara, Kenny Smaut, mengaku bersyukur atas prestasi yang diraih anak didiknya.
“Puji Tuhan, saya sebagai pelatih sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian atlet yang berhasil meraih gelar juara pada Taekwondo Open Tournament Gubernur Jateng Cup 2026.
Prestasi ini merupakan buah dari proses latihan yang panjang, kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah yang ditunjukkan para atlet selama ini,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para atlet, keluarga, pengurus, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan sehingga prestasi tersebut dapat diraih.
“Kemenangan ini menjadi motivasi bagi kami di Dojang Bhayangkara Polres Rote Ndao untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi berikutnya.
Saya berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda lainnya, khususnya atlet Dojang Bhayangkara dan Pengcab TI Kabupaten Rote Ndao, untuk terus berlatih, berjuang, dan mengharumkan nama Rote Ndao di tingkat daerah maupun nasional,” tutup Kenny Smaut.


