
Penulis: Pace Ndoluanak
Editor : Rudi Mandala
Rote Ndao-SuraNkri.Com-Langkah para guru yang mengantar raport Semester II Tahun Ajaran 2025/2026 langsung ke rumah siswa-siswi mendapat apresiasi dari orang tua murid UPTD SD Negeri Baubafan, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao.
Salah satu orang tua murid, Yosepus Ndoluanak, menilai kebijakan yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rote Ndao tersebut saat ini sedang menjadi perbincangan di tengah masyarakat.
Sebagian orang tua menganggap kebijakan ini sebagai sesuatu yang negatif, namun ada pula yang melihatnya dari sisi positif.
Walaupun terlihat sederhana, praktik ini dinilai sebagai bentuk penghormatan terhadap guru. Guru dipandang sebagai sosok yang berjasa dalam mendidik anak-anak, sehingga wajar apabila orang tua ingin menunjukkan rasa terima kasih dan penghargaan.
Relasi Guru dan Orang Tua: Dari Profesional Menjadi Transaksional
Sekolah merupakan ruang profesional. Guru menjalankan tugasnya sebagai pendidik berdasarkan tanggung jawab dan kontrak kerja dengan lembaga pendidikan. Sementara itu, orang tua mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada sekolah melalui sistem yang telah disepakati bersama.
Walaupun ada yang menilai praktik ini dapat menimbulkan dampak negatif, ada juga yang berpendapat bahwa kebijakan tersebut justru membuka ruang bagi terciptanya persepsi yang lebih sehat dalam hubungan antara guru dan orang tua murid.
Para orang tua murid menilai bahwa kebijakan ini bukan merupakan bentuk tekanan sosial terhadap guru. Sebab, kebijakan seperti ini sebelumnya belum pernah terjadi di Kabupaten Rote Ndao.
Namun demikian, ada pula pandangan yang menyebutkan bahwa praktik yang awalnya dianggap sebagai bentuk kebaikan dapat berubah menjadi kewajiban sosial yang tidak tertulis.


