
Editor: Rudi Mandala
ROTE NDAO- SuaraNkri.Com– Bupati Kabupaten Rote Ndao, Paulus Henuk, secara resmi mengajak seluruh elemen masyarakat dan diaspora asal Rote Ndao untuk bergabung dalam gerakan Mai Fali E atau Mari Pulang ke Rote Ndao, sekaligus mendukung pelaksanaan program Rote Ndao Mengajar 2026.
Ajakan tersebut disampaikan melalui sebuah video yang beredar luas di berbagai platform media sosial. Dalam pesannya, Paulus Henuk menegaskan bahwa pembangunan pendidikan di Rote Ndao tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah daerah, melainkan memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak.
“Pembangunan pendidikan membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, organisasi kemasyarakatan, hingga setiap individu yang memiliki kepedulian tulus terhadap masa depan anak-anak kita,” ujarnya.
Program Rote Ndao Mengajar 2026 merupakan implementasi dari visi pembangunan Mbule Lua, yaitu mewujudkan Rote Ndao Cerdas, sekaligus menjadi bagian dari gerakan Mai Fali E. Melalui gerakan ini, masyarakat diajak untuk kembali memberi makna bagi tanah kelahiran dengan membagikan ilmu pengetahuan, pengalaman hidup, dan pengabdian secara tulus.
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao membuka kesempatan bagi para profesional dari berbagai bidang untuk menjadi relawan. Mereka antara lain dokter, perawat, guru, aparatur sipil negara (ASN), prajurit TNI, anggota Polri, pegawai lembaga keuangan, pengacara, pengusaha, pilot, kreator konten, atlet, seniman, akademisi, mahasiswa, hingga berbagai elemen masyarakat lainnya.
“Kami mengundang seluruh diaspora Rote Ndao di mana pun berada, serta siapa pun yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan, meskipun bukan berasal dari Rote Ndao, untuk hadir di ruang-ruang kelas. Berbagilah pengalaman hidup, perkenalkan berbagai profesi, buka cakrawala berpikir anak-anak kita, serta tanamkan keyakinan bahwa setiap anak memiliki kesempatan meraih cita-cita melalui jalan yang berbeda-beda,” kata Paulus Henuk.
Ia menegaskan bahwa pulang ke kampung halaman bukan sekadar melepas rindu, tetapi juga meninggalkan warisan berupa inspirasi bagi generasi penerus.
“Inilah saatnya kita bergerak bersama: Mai Fali E, mari pulang, mari mengajar, dan mari membangun Rote Ndao,” tutupnya.


