
Rote Ndao-SuaraNkri.Com-Kementrian Kelautan Dan Perikanan (KKP) melaksanakan kegiatan korvei aksi bersih sampah laut di Pantai Papela, Kecamatan Rote Timur Kabupaten Rote Ndao, pada Minggu 16 Agustus 26.
Dalam sambutan Dirjen Pengelolaan Kelautan KKP, A. Koswara mengatakan bahwa kebersihan lingkungan pesisir Pantai Papela menjadi fondasi mutlak bagi keberhasilan program sentra produksi garam di Pulau Rote.
Lanjut Koswara, menyampaikan Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan kolaboratif menjaga kebersihan produktivitas masyarakat. Laut yang terjaga akan mendukung perikanan. Dan lingkungan pesisir yang di kelola dengan akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Kita juga menyadari bahwa ekosistem laut saat ini menghadapi tantangan besar.
Sampah plastik degradasi trumbu karang, kerusakan mangrove dan Padang lamun praktik penangkapan ikan ilegal, hingga dampak perubahan iklim menjadi ancaman nyata bagi masa depan laut kita.
Mulai ada K-SIGN di kabupaten Rote Ndao, pemerintah terus mendorong kebersihan pantai agar air laut selalu bersih dan menghasilkan garam yang bersih dan di olah menjadi nilai ekonomi nyata dan bermanfaat bagi masyarakat.
Dirjen Pengelolaan Kelautan KKP, A. Koswara mengatakan bahwa kebersihan lingkungan pesisir Pantai Papela menjadi fondasi mutlak bagi keberhasilan program sentra produksi garam di Pulau Rote.
Pihaknya menetapkan strategi pengolahan dari hulu ke hilir untuk menekan pencemaran ekosistem laut. Aksi bersih pantai ini bertajuk “K-SIGN ROTE: Kilau Garam Rote untuk Indonesia Sejahtera.
” Aksi tersebut dihadiri oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP A. Koswara, Plh. Sekda Rote Ndao Daniel W Nalle, perwakilan Lanal Pulau Rote, Kodim 1627/Rote Ndao, Kapolsek Rote Timur Ipda A. Ikram Mahben, perwakilan PT Nindya Karya dan elemen masyarakat lokal. Dirjen Pengelolaan Kelautan KKP, A.
Koswara mengatakan bahwa kebersihan lingkungan pesisir Pantai Papela menjadi fondasi mutlak bagi keberhasilan program sentra produksi garam di Pulau Rote.
Pihaknya menetapkan strategi pengolahan dari hulu ke hilir untuk menekan pencemaran ekosistem laut. “Kita tidak mungkin membangun industri garam yang berkelanjutan apabila lingkungan pesisirnya tidak kita jaga.
Swasembada garam bukan sekadar memproduksi garam sebanyak-banyaknya, melainkan memproduksi garam berkualitas secara berkelanjutan yang mampu meningkatkan kesejahteraan petambak,” ungkap Koswara.
Rangkaian acara ditutup dengan penandatanganan kesepakatan komitmen bersama oleh seluruh jajaran pemangku kepentingan, elemen masyarakat dan generasi muda kawasan Pantai Papela untuk memastikan aksi menjaga laut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.



