
Rote Ndao- SuaraNkri.Com-Kementerian Kelautan dan Perikanan menanam 5.000 bibit mangrove di Desa Baadale, Kabupaten Rote Ndao, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah rehabilitasi ekosistem pesisir melalui kolaborasi pemerintah dan masyarakat. Penanaman dihadiri Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP Koswara dan Bupati Rote Ndao Paulus Henuk.
Turut hadir Wakil Ketua DPRD Rote Ndao Denison Moy serta sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan.
Koswara mengatakan penanaman mangrove merupakan wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan pesisir. Menurutnya, rehabilitasi akan terus dilakukan pada lokasi lain yang membutuhkan.
“Hari ini kita menanam 5.000 bibit mangrove sebagai langkah awal rehabilitasi ekosistem,” ujar Koswara. Ia menegaskan kegiatan tersebut tidak boleh berhenti setelah penanaman selesai.
Koswara meminta pemerintah daerah dan masyarakat memastikan bibit mangrove tumbuh serta bertahan dalam jangka panjang. Keberhasilan rehabilitasi tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam. Bupati Rote Ndao Paulus Henuk menyebut mangrove memiliki manfaat besar bagi masyarakat pesisir.
Mangrove membantu melindungi wilayah pantai sekaligus menjadi habitat berbagai biota laut. “Mangrove ini banyak ikan bertelur, banyak kepiting datang, yang pastinya banyak menghasilkan buat masyarakat,” kata Paulus.
Ia meminta masyarakat menjaga mangrove setelah penanaman dilakukan. Menurut Paulus, keberadaan mangrove dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus perlindungan bagi kawasan pesisir.
Karena itu, masyarakat diminta terlibat menjaga keberlanjutan kawasan tersebut. KKP menegaskan penanaman mangrove akan dilanjutkan secara bertahap dan berkelanjutan.
Pemerintah berharap kawasan tersebut berkembang menjadi ekosistem yang memberikan manfaat bagi generasi mendatang. Tags: KKP, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Mangrove Rote Ndao, Desa Baadale, Koswara, Paulus Henuk, Rehabilitasi Mangrove, Pesisir Rote Ndao, NTT


