Home / news

Jumat, 17 April 2026 - 04:12 WIB

Salah Satu Tokoh Adat di Rote Ndao Minta Pemda Rote Ndao Proses Hukum Massa Aksi Yang Merusak Pintu Gerbang Kantor DPRD Dan Pintu Gerbang Kantor Kejari

Penulis: Rudi Mandala

Rote Ndao- Suarankri.Com– Aksi Demo pada Kamis (16/4/26) dari massa pendukung EFM di kantor DPRD Rote Ndao, yang merusak pintu gerbang kantor, menuai sorotan keras dari salah satu tokoh adat di kabupaten Rote Ndao.

Sorotan keras tersebut dari Gasper Ur Medah. SH, pensiunan Polisi yang pangkat AKP itu kepada Media SuaraNkri pada Jumat 17/4/26 lewat telpon seluler. Mengutarakan setiap orang / kelompok yang merusak aset pemerintah atau fasilitas umum merupakan tindakan pidana yang serius di Indonesia dan dapat diancam dengan hukuman penjara serta denda.

” Setiap orang / kelompok yang merusak aset pemerintah atau fasilitas umum merupakan tindakan pidana yang serius di Indonesia dan dapat diancam dengan hukuman penjara serta denda, seperti beberapa tahun lalu di tempat yang sama massa aksi merusak pintu Gerbang kantor DPRD dan proses sehingga masuk penjara.

Apalagi, saat ini aksi massa dari EFM sudah merusak dua pintu gerbang yaitu: pintu gerbang kantor Kejari Rote Ndao dan kantor DPRD Rote Ndao.

Kenapa..? ” kejadian yang lalu di proses dan kejadian saat di biarkan, Gasper desak Bupati Rote Ndao agar tindak tegas terkait persoalan ini agar Marwah Pemda Rote Ndao jangan di injak-injak.

Dengan nada keras keras minta dalam surat pemberitahuan Aksi pada Kamis 16/4, siapa yang penanggung jawab harus proses dia sesuai UUD yang berlaku.

Namun disayangkan, Aksi massa mengabaikan peraturan yang ada terkait perusakan barang umum dan aset daerah.

Sebagai mana telah diatur dalam Undang Undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) BAB XXIX tindak pidana perusakan dan penghancuran barang dan bangunan gedung, dapat terjerat Pasal 523 yang mengatur sanksi pidana penjara dengan ancaman 6 Tahun penjara, dan denda kategori “V” (lima).

Dan “Pasal 523 Setiap orang yang secara melawan hukum menghancurkan atau membuat tidak dapat dipakai bangunan gedung untuk sarana, prasarana, dan/atau fasilitas pelayanan publik, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun atau pidana denda paling banyak kategori V” tutup Gasper.

Share :

Baca Juga

news

Liga Lazarus Cup 4 Memanas! Oenale FC Rote Ndao Amankan Tiket ke Babak 16 Besar

news

Polsek Rote Barat Laut Gelar Jumat Keliling di Masjid Oelaba, Perkuat Silaturahmi dan Kamtibmas

news

Listrik Padam Berulang Kali, Kinerja PLN Rote Ndao Dipertanyakan

news

Hari Santri Nasional 2026 di Rote Ndao, Kemenag Perkuat Pesan Kerukunan Lintas Agama

news

Tembus Seleksi SKD dan TKBI IPDN, Kaleb Difandro Bawa Harapan bagi Rote Ndao

news

Tampil Gemilang, SMA Negeri 1 Lobalain Taklukkan SMA Negeri 1 Takari 3-0 di GAMKI-PBVSI Cup I

news

Sinode GMIT Gelar Pelayanan Pastoral dan Pengobatan Gratis bagi Warga Binaan Lapas Baa

news

Pembangunan Embung di Desa Oeleka Capai 80 Persen, Ditargetkan Rampung Tepat Waktu