
Penulis; Rudi Mandala
Rote Ndao- Suarankri.Com– Perasaan duka menyelimuti keluarga besar Dae Pany di Desa Daleholu, Kecamatan Rote Selaten, Kabupaten Rote Ndao, Bapak Yosias Dae Pany yang terkenal periang itu berpulang beberapa hari lalu.
Tubuhnya kalah dalam pertempuran melawan sakit perut dan sakit kepala yang ia derita Yosias Dae Pany namun tak mendapatkan pelayanan yang maksimal.
Di tengah duka itu, ada perih yang mengganjal di hati keluarga besar Leo Oefapa.
Yosias mencari kesembuhan di puskesmas Oele ternyata berbalas di pulangkan oleh tenaga medis di Puskesmas Oele.
Dalam kondisi sakit parah namun hanya di berikan infus tanpa pemeriksaan dari dokter, Yosias di suruh pulang ke rumah oleh tenaga medis yang bertugas agar makan kinyang supaya sehat.
Keluarga juga mengikuti arahan Nakes sehingga mereka bawa pulang Yosias ke rumahnya, namun tiba di rumah sekitar dua jam Yosias meninggal dunia.
”Kalaupun bapak saya meninggal di IGD (Instalasi Gawat Darurat) Puskesmas dan mendapatkan pelayanan, kami tidak masalah, sudah takdir. Tapi, bapa kami tidak diperiksa dokter, namun disuruh pulang, ini yang tidak bisa kami terima,” kata Maksi Dae Pany, anak kandung almarhumah Yosias, kamia (2/4/2026).
Dengan kelalayan Nakes di puskesmas Oele, Wakil Ketua DPRD Rote Ndao, Denizon Moy menanggapi keluhan masyarakat terkait pelayan buruk di Puskesmas Oele, kecamatan Rote Selatan, kabupaten Rote Ndao yang berakibat hilangnya nyawa pasien.
Kepada media SuaraNkri.Com lewat telpon Seluler, pada jumat (3/4/26) malam, terlebih dahulu Denizon Moy mengucapkan turut berdukacita.
“, Lanjut Deni mengatakan saat ini masih libur, jadi terkait persoalan ini masuk libur kita DPRD akan panggil pihak puskesmas Oele untuk rapat dengar pendapat (RDP).
Dan jikalau apa yang di sampaikan keluarga almarhum itu benar maka kita akan rekomendasi ke Pemerintah kabupaten Rote Ndao untuk memberikan sangsi berat kepada oknum-oknum yang terlibat pada saat itu.


