Home / news

Selasa, 31 Maret 2026 - 00:28 WIB

Dua Anggota Polres Rote Ndao, Berdarah – Darah Dilempari Batu Saat Pengamanan Aksi Demo Di Depan Pengadilan Negeri Rote Ndao

Rote Ndao- Suarankri.Com-Dua orang personel dari Polres Rote Ndao, kepalanya berdarah-darah dilempar batu diduga dilakukan oleh para pendemo di depan pengadilan Negeri Ba,a Rote.

Kedua anggota polisi Polres Rote Ndao, mengalami luka serius dibagian kepala akibat terkena lemparan batu saat melaksanakan pengamanan di depan kantor Pengadilan Negeri Baa. Senin (30/03/2026).

Kedua personel atas nama Briptu Fribet Tulle dan Briptu Fajar Yakob, Mereka melakukan penyekatan terhadap massa aksi mendukung aparat penegak hukum dalam melaksanakan tugasnya tanpa adanya tekanan dari pengunjuk rasa dan massa pendukung terdakwa erasmus frans yang menuntut terdakwa dibebaskan tanpa syarat.

Berawal dari masing masing orator yang menyampaikan orasi kemudian terjadi saling provokasi yang mengakibatkan pelemparan batu kearah personel Polres Rote Ndao yang melakukan penyekatan.

Aksi Anarkis ini berhasil dihalau personel Polres Rote Ndao yang melakukan pelayanan pengamanan penyampaian pendapat dimuka umum, Namun Kedua personel bersimbah darah akibat lemparan batu dari arah depan kantor Kejaksaan Negeri Baa.

Kapolres Rote Ndao AKBP Mardiono.,S.ST.,M.K.P, ” Kami sangat menyayangkan kejadian ini, Kita sudah lakukan penyekatan dilapangan dan memberikan himbauan agar tidak terjadi bentrok antar kubu namun masih juga terjadi aksi provokasi yang berakibat pelemparan batu sehingga terjadi korban luka dari personel pengamanan” ungkap Kapolres.

Untuk Briptu Fajar terkena 2 (Dua) Kali lemparan batu yaitu diarea punggung dan area kepala,  Setelah penanganan medis terdapat 7 (tujuh) jahitan luka pada area kepala yang mengalami luka.

Sedangkan Briptu Fribet Tulle juga mengalami luka diarea kepala dengan akibat lemparan batu dari massa aksi setelah dirawat di RSUD Baa, Luka yang dialami mendapatkan 6 (Enam) jahitan.

Setelah selesai proses persidangan sekitar pukul 15.00, Massa aksi pendukung terdakwa erasmus frans kembali melakukan unjuk rasa dihalaman Kantor Kejari Baa dan kembali melakukan pembakaran ban bekas. Massa aksi berusaha untuk mendobrak masuk pintu kantor Kejari Baa namun karena Barikade Personel Polres Rote Ndao yang tidak bisa ditembus akhirnya mereka membubarkan diri.

Secara umum pelayanan pengamanan penyampaian aspirasi yang berlangsung hari ini berjalan aman, Walaupun terdapat dua personel Polres yang harus mendapat perawatan intensif karena aksi pelemparan dari massa yang berada didepan Kantor Kejari Baa” terang Kapolres Rote Ndao AKBP Mardiono.,S.ST.,M.K.P (Tim)

Share :

Baca Juga

news

Liga Lazarus Cup 4 Memanas! Oenale FC Rote Ndao Amankan Tiket ke Babak 16 Besar

news

Polsek Rote Barat Laut Gelar Jumat Keliling di Masjid Oelaba, Perkuat Silaturahmi dan Kamtibmas

news

Listrik Padam Berulang Kali, Kinerja PLN Rote Ndao Dipertanyakan

news

Hari Santri Nasional 2026 di Rote Ndao, Kemenag Perkuat Pesan Kerukunan Lintas Agama

news

Tembus Seleksi SKD dan TKBI IPDN, Kaleb Difandro Bawa Harapan bagi Rote Ndao

news

Tampil Gemilang, SMA Negeri 1 Lobalain Taklukkan SMA Negeri 1 Takari 3-0 di GAMKI-PBVSI Cup I

news

Sinode GMIT Gelar Pelayanan Pastoral dan Pengobatan Gratis bagi Warga Binaan Lapas Baa

news

Pembangunan Embung di Desa Oeleka Capai 80 Persen, Ditargetkan Rampung Tepat Waktu