Home / news

Selasa, 10 Maret 2026 - 09:58 WIB

Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena Mengikuti Sosialisasi Pemberantasan Korupsi Secara Virtual Melalui Zoom

Kupang- Suarankri.Com– Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena menghadiri Rapat Koordinasi Awal Pelaksanaan Program Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara virtual melalui Zoom, Selasa (10/3/2026).

Rapat koordinasi ini diikuti oleh para Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta Inspektur dari kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi lokus pelaksanaan program JNBA Tahun 2026.

Kepala Satuan Tugas Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Medio Venda, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya KPK meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya budaya hidup berintegritas.

“KPK melalui Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi terus berupaya meningkatkan awareness masyarakat Indonesia terkait budaya hidup berintegritas. Melalui program ini, kita ingin mengampanyekan gaya hidup berintegritas kepada seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arif, menegaskan bahwa Program Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi Tahun 2026 bertujuan untuk menyosialisasikan sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai nilai-nilai antikorupsi.

Program Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA) sendiri telah dimulai sejak tahun 2018 sebagai pengembangan dari Roadshow Bus Antikorupsi yang dilaksanakan pada periode 2018–2024. Program ini menjadi salah satu strategi kampanye antikorupsi KPK dengan menggabungkan penyampaian nilai-nilai integritas secara masif serta pelibatan aktif masyarakat dalam berbagai kegiatan edukatif.

Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin sadar untuk menolak berbagai bentuk praktik “petty corruption” serta turut mendorong terciptanya layanan publik yang transparan dan akuntabel.

Kegiatan dalam program JNBA mencakup berbagai bentuk edukasi publik, di antaranya edukasi antikorupsi, KPK Menyapa, pameran layanan publik, pagelaran seni dan budaya, alun-alun warga, nonton bareng film antikorupsi, kampanye digital, hingga kegiatan KPK Mengajar.

Program ini juga mengangkat sejumlah isu utama, antara lain budaya hidup berintegritas, pelayanan publik yang bersih dan transparan, penolakan terhadap praktik korupsi kecil (petty corruption), serta penguatan peran masyarakat dalam mengawasi jalannya pemerintahan. Selain itu, terdapat pula isu tematik yang diangkat seperti alih guna lahan hutan serta pemerataan pendidikan dari sisi kesempatan, kualitas, dan infrastruktur.

Berbagai kegiatan edukasi tersebut akan menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pelajar tingkat TK/PAUD hingga SMA, mahasiswa, aparatur sipil negara, tenaga pendidik, kelompok masyarakat, hingga badan usaha milik daerah (BUMD).

Untuk wilayah Nusa Tenggara Timur, program JNBA Tahun 2026 direncanakan akan dilaksanakan di sembilan kabupaten/kota, yakni Manggarai Barat, Ende, Nagekeo, Sumba Timur, Sumba Barat Daya, Timor Tengah Selatan, Kota Kupang, Timor Tengah Utara, dan Rote Ndao.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif KPK dalam menghadirkan pendekatan kampanye antikorupsi yang inovatif dan partisipatif.

“Program ini merupakan pendekatan kampanye antikorupsi yang sangat baik karena mampu melibatkan masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta untuk bersama-sama memahami nilai-nilai integritas dan upaya pemberantasan korupsi,” ujarnya.

Menurut Gubernur Melki, pendekatan kampanye yang bersifat edukatif sekaligus menghibur atau edutainment seperti ini dapat menjadi model yang baik untuk diterapkan di berbagai perangkat daerah maupun institusi lainnya.

Ia juga mendorong agar kampanye antikorupsi serupa dapat menjangkau kalangan mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan agar nilai-nilai integritas semakin tertanam sejak dini.

“Kami dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur siap berkomitmen untuk mendukung dan menyukseskan pelaksanaan program Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi ini,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

news

Dugaan Calo Rekrutmen Bintara Polri di Rote Ndao, Penjual Ikan Mengaku Tertipu Rp60 Juta oleh Oknum Polwan

news

Anggota DPRD Ronda, Asal Partai PKB Terlibat Dalam Evakuasi Ratusan Paus Terdampar Yang Hidup Diselamatkan Dan Yang Mati Dikuburkan

news

Warga Dan Polisi Selamatkan Puluhan Lumba-Lumba Yang Terdampar Di Pelabuhan Batutua

news

Relawan Dapur MBG Metina Tolak Pemberhentian Operasional

news

Dugaan Seorang Polwan Curi Uang: Akhirnya Mengakui Dan Bersama Korban Saling Memaafkan

news

Listrik Jalur Batutua-Kuli Sering Padam Warga Minta Pihak PLN Rote Ndao, Serius Dalam Pelayanan

news

Polisi Ringkus Spesial Jambret Yang Masih Berstatus Narapida: Di Kediamannya Desa Boni

news

Kanit Binmas Polsek Rote Timur Bertindak Selaku Inspektur Upacara Di SMAN 1 Rote Timur, Sinergi Polri Dan Sekolah