Home / news

Sabtu, 6 Desember 2025 - 11:46 WIB

Masyarakat Desa Tuanatuk Menyuarakan Kekecewaan Terhadap Pekerjaan Proyek Irigasi Menuju Persawahan Dikerjakan Asal Asalan

Oplus_131072

Penulis: Rudi Mandala

Rote Ndao-SUARANKRI.COM-Sejumlah petani di Desa Tuanatuk, kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, menyuarakan kekecewaan mereka terhadap proyek irigasi yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya.

Proyek irigasi yang tengah berlangsung di desa Tuanatuk menuju lokasi persawahan, yang diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi dan tanpa transparansi informasi.

Petani menduga pekerjaan dilakukan secara asal-asalan, mulai dari penggunaan material yang tidak sesuai, bentuk perkejaan yang di kerjakan pekerja hanya susun batu tanpa di lapisi canpuran, hingga tidak adanya papan informasi proyek.

Pekerjaan Irigasi ”, Diduga Dikerjakan Asal-asalan.ucap, seorang petani di Desa Tuanatuk yang enggan namanya di sebut.

Namun hingga kini, warga tidak mengetahui detail proyek karena tidak adanya papan informasi. “Bangunannya asal jadi. Selain itu kami tidak tahu ini proyek siapa karena tidak ada papan nama. Kami hanya ingin bangunan yang bagus, supaya air lancar ke sawah,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (5/12/2025). Senada, petani dari Desa Tuanatuk, juga mengungkapkan kekecewaannya.

Ia menilai kualitas pekerjaan sangat rendah, bahkan menyebut pekerjaan tersebut kami petani menolak karna mutunya kurang bagus.

Papan Proyek Tak Terpasang, Transparansi Dipertanyakan Saat tim wartawan turun ke lokasi proyek, ditemukan fakta mencengangkan, tidak ada papan informasi proyek di kedua lokasi. Di proyek irigasi hanya ditemukan pekerja sedangkan tak ada pengawas yang mengawasi proyek tersebut.

Hal ini menimbulkan pertanyaan besar soal transparansi dan pengawasan proyek yang menggunakan dana publik.

Proyek masih dalam tahap pengerjaan, jadi masih bisa dibenahi,” kata petani. Terkait proyek di desa Tuanatuk, Petani mengakui adanya kesalahan fatal dan meminta dinas terkait atau APH untuk turun ke lokasi proyek untuk melihat langsung apa yang kami sampaikan.

Masyarakat juga menegaskan bahwa tidak adanya papan informasi proyek jelas menyalahi aturan.

Ia menyebutkan kami petani tidak tah mengadu kemana untuk ditindaklanjuti. “Kami memang bukan pihak yang memiliki wewenang langsung, namun sebagai pengguna irigasi, kami juga berkepentingan agar pembangunan ini benar-benar bermanfaat,” tutupnya.

Petani Harap Ada Perbaikan dan Pengawasan Lebih Ketat Para petani berharap keluhan ini menjadi perhatian serius pihak terkait. Mereka menuntut proyek irigasi dilakukan secara profesional dan sesuai standar, agar hasilnya bisa meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah mereka, bukan malah menyusahkan kami petani.

Share :

Baca Juga

news

Dishub Rote Ndao Terbitkan Teguran Keras kepada Manajemen Bahari Express Terkait Pelanggaran Standar Pelayanan Minimal Penumpang Prioritas

news

Jalan Yang Di Persoalkan EFM Teryata: Ada Kontrak Antara PT Development Dan Tuan Tanah Pada Tahun 2022 Hingga 2046 Di Sahkan Oleh Kades Mersi Tite

news

Pemusnahan Ratusan Liter Minuman Keras Lokal Demi Menjaga Kamtibmas Kondusif Di Wilayah Hukum Rote Ndao

news

Kesaksian PJ Kepala Desa Bo,a Mengatakan Jalan Yang Persoalkan EFM, Milik Pribadi Warga Bukan Aset Desa Bo,a

news

Polres Rote Ndao Siagakan Pos Pelayanan Mudik Lebaran 1 Kali 24 Jam Selama 13 Hari

news

Penahan Pantai Telindale Patah Pasca Air Laut Naik, Warga Sekitar Minta Pemda Rote Ndao Segera Atasi

news

Legislator Muda Asal Partai PKB Falen Haning Bantu Pemerintah Desa Oebou Timbun Jalan Rusak

news

Ormas Tani Merdeka Terbentuk Di Kabupaten Rote Ndao, Siap Mendorong Generasi Muda Kembangkan Pertanian