Home / news

Jumat, 16 Mei 2025 - 11:56 WIB

Ngamen Bupati Rote Ndao di Kementrian Perikanan Pusat Menuai Hasil

Rote Ndao-SUARANKRI.COM-Kabupaten Rote Ndao sebagai salah satu sentra produksi garam industri terus diwujudkan melalui langkah konkret. Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk,SH bersama Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Ir. Koswara, MP, dan tim, melakukan survei intensif ke calon lokasi pembangunan di Kecamatan Rote Timur dan Landu Leko, pada Jumat (16/5/2025).

Peninjauan bersama Direktur Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Kepala Balai Besar Pengujian dan Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan, serta Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang ini, bertujuan untuk memetakan potensi dan memastikan kesiapan teknis lapangan. Desa Matasio di Kecamatan Rote Timur juga menjadi salah satu titik fokus utama dalam kunjungan kerja tersebut.

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Ir. Koswara, MP, mengungkapkan bahwa survei ini adalah bagian dari upaya percepatan realisasi program strategis KKP.

“Dari siang tadi setelah Jumatan, kita melihat beberapa lokasi yang akan di apa namanya, dibangun ya, menjadi sentra garam. Kita melihat dukungannya, antara lain dari sumber air, kemudian dari Pemerintah Daerah, terutama Pak Bupati. Kita mendapatkan dukungan, mudah-mudahan ini bisa dilaksanakan di program di 2025.” ujar Koswara.

Sementara itu, Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, menyambut dengan antusias dan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian penuh pemerintah pusat.

“Tentu saja, Pak Dirjen, atas nama Pemerintah Daerah, saya mengucapkan terima kasih buat Bapak dan tim dari Jakarta maupun dari provinsi, seluruh unsur KKP,” kata Bupati.

Lebih lanjut, Bupati Paulus Henuk menyatakan optimismenya terhadap prospek Rote Ndao sebagai produsen garam industri yang signifikan.

“Kita optimis bahwa semoga dengan kebijakan Pak Presiden dan Pak Menteri untuk kita swasembada garam, terutama untuk garam industri, kita harapkan Rote Ndao bisa menjadi sentra produksi garam industri. Sehingga ke depan, bangsa ini tidak harus lagi tergantung pada impor garam dari luar, tapi kita bisa produksi di dalam negeri,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa kehadiran pemerintah pusat dalam proyek ini sangat dirasakan.

“Kalau sampai ini bisa terwujud, tentu saja saya dan seluruh masyarakat Rote Ndao, Bapak, akan mengucapkan terima kasih buat Pemerintah Pusat. Betul-betul pemerintah hadir,” imbuh Bupati, seraya menegaskan kesiapan Kabupaten Rote Ndao sebagai wilayah terdepan Indonesia untuk mendukung kebijakan pro-rakyat.

“Rote Ndao sebagai pintu ter-selatan Indonesia, kami sangat menyambut baik dengan kebijakan yang sangat pro-rakyat. Sampaikan salam hormat buat Pak Menteri dan Pak Presiden,” tutupnya.

Bupati Paulus berharap, langkah kolaboratif ini segera memasuki tahap perencanaan detail dan implementasi, sehingga target swasembada garam nasional dapat tercapai, sekaligus memberikan dampak positif berkelanjutan bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Rote Ndao.** (Rudi Mandala)**

 

Share :

Baca Juga

news

Dishub Rote Ndao Terbitkan Teguran Keras kepada Manajemen Bahari Express Terkait Pelanggaran Standar Pelayanan Minimal Penumpang Prioritas

news

Jalan Yang Di Persoalkan EFM Teryata: Ada Kontrak Antara PT Development Dan Tuan Tanah Pada Tahun 2022 Hingga 2046 Di Sahkan Oleh Kades Mersi Tite

news

Pemusnahan Ratusan Liter Minuman Keras Lokal Demi Menjaga Kamtibmas Kondusif Di Wilayah Hukum Rote Ndao

news

Kesaksian PJ Kepala Desa Bo,a Mengatakan Jalan Yang Persoalkan EFM, Milik Pribadi Warga Bukan Aset Desa Bo,a

news

Polres Rote Ndao Siagakan Pos Pelayanan Mudik Lebaran 1 Kali 24 Jam Selama 13 Hari

news

Penahan Pantai Telindale Patah Pasca Air Laut Naik, Warga Sekitar Minta Pemda Rote Ndao Segera Atasi

news

Legislator Muda Asal Partai PKB Falen Haning Bantu Pemerintah Desa Oebou Timbun Jalan Rusak

news

Ormas Tani Merdeka Terbentuk Di Kabupaten Rote Ndao, Siap Mendorong Generasi Muda Kembangkan Pertanian