
Rote Ndao- SuaraNkri.Com-Koordinator peserta pameran, Guntur Bartels, membantah keras tudingan bahwa dirinya mencatut nama institusi kepolisian dan wartawan terkait dugaan pemungutan uang pada Pameran Pembangunan dan Expo UMKM Kabupaten Rote Ndao yang digelar di Lapangan Sepak Bola Christian Nehemia Dillak, Ba’a.
Klarifikasi tersebut disampaikan Guntur saat dikonfirmasi wartawan. Pada Sabtu malam (8/8/26) di lapangan sepak bola Christian Nehemia Dillak Ia menegaskan tidak pernah menyampaikan pernyataan bahwa uang yang dikumpulkan dari para pemilik stan hiburan malam dialokasikan untuk Sat Reskrim Polres Rote Ndao, Sat Intelkam Polres Rote Ndao, Polsek Lobalain, maupun insan pers.
Guntur menjelaskan, pengumpulan dana tersebut bermula dari rapat bersama antara peserta pameran dan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao yang berlangsung di Ruang TBU Pemda Rote Ndao sebelum pelaksanaan pameran.
Dalam pertemuan itu, Ketua Panitia Pelaksana Perayaan HUT RI yang juga Asisten I Setda Kabupaten Rote Ndao, Petson Hangge, disebut menyampaikan bahwa pemerintah daerah tidak memiliki anggaran untuk memfasilitasi sejumlah kebutuhan operasional pameran.
Kebutuhan tersebut antara lain penyewaan tata cahaya (lighting), sistem suara (sound system), pasokan listrik PLN, hingga penyediaan hadiah hiburan.
Menanggapi kondisi tersebut, sekitar 22 peserta yang telah terdaftar menyatakan kesediaannya untuk membantu panitia memenuhi kebutuhan operasional kegiatan.
Besaran kontribusi kemudian ditentukan berdasarkan klasifikasi jenis usaha masing-masing peserta, termasuk stan arisan dan permainan ketangkasan.
Atas penunjukan ketua panitia dan kesepakatan para peserta, Guntur kemudian diminta menjadi koordinator lapangan karena dinilai sebagai salah satu figur senior di antara para pengusaha stan.
Selanjutnya, para peserta menyerahkan uang kontribusi secara langsung kepada Guntur untuk kemudian disampaikan kepada panitia.
Guntur menyebut total dana yang terkumpul dari para peserta mencapai sekitar Rp40 juta lebih. Menurut dia, seluruh dana tersebut telah diserahkan sepenuhnya kepada Ketua Panitia, Petson Hangge.
Karena itu, Guntur membantah apabila tindakannya disebut sebagai bentuk pungutan liar untuk kepentingan pribadi maupun sebagai upaya mengalokasikan dana kepada pihak-pihak di luar kebutuhan panitia.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengatasnamakan institusi kepolisian ataupun insan pers dalam proses pengumpulan kontribusi tersebut.


