Home / news

Selasa, 4 November 2025 - 06:26 WIB

Mantan Camat Rote Barat: Pantai Belakang PT Bo’a Development Tidak Cocok untuk Budidaya Rumput Laut

Oplus_131072

ROTE NDAO-SUARANKRI.COM-
Mantan Camat Rote Barat, Jermias Kotta, menguraikan secara geografis kawasan pantai di belakang PT Bo’a Development, Desa Bo’a, tidak layak untuk dijadikan lokasi budidaya rumput laut. Hal ini disebabkan oleh kondisi gelombang laut yang tinggi di wilayah tersebut.

Dalam keterangannya, Jermias menjelaskan bahwa tuntutan sebagian masyarakat yang ingin memanfaatkan area di belakang PT Bo’a Development untuk kegiatan nelayan atau budidaya rumput laut perlu dikaji secara objektif dengan memperhatikan kondisi alam setempat.

“Pantai Bo’a, baik di depan maupun di belakang, bukan tempat yang strategis untuk berdiri rumput laut. Karena di situ gelombangnya besar. Kalau rumput laut diikat, begitu gelombang datang, langsung hancur dan hanyut,” ungkap Jermias kepada wartawan, Senin (03/11/2025)

Ia menambahkan, selama tujuh tahun menjabat sebagai camat di wilayah tersebut, dirinya memahami dengan baik karakteristik geografis pantai Bo’a. Menurutnya, lokasi yang ideal untuk aktivitas nelayan justru berada di bagian timur wilayah itu.

“Kalau penangkapan ikan, bukan di situ pelabuhannya. Pelabuhan yang aman itu di bagian timur, turun ke pantai yang ombaknya tenang. Di situ tempat yang baik untuk nelayan,” jelasnya.

Jermias juga menilai bahwa dalam setiap tuntutan masyarakat, perlu diperhatikan terlebih dahulu kepentingan utamanya. Jika akses jalan yang diminta masyarakat berkaitan dengan aktivitas nelayan kecil, maka menurutnya tidak perlu dibuat jalan besar seperti untuk kendaraan bermotor.

“Kalau hanya untuk panah ikan atau angkut hasil tangkapan kecil, cukup dengan jalan setapak. Tapi kalau untuk aktivitas besar seperti angkut hasil rumput laut dengan kendaraan, baru bisa dipertimbangkan jalan lebih lebar,” tambahnya.

Ia menegaskan pentingnya pendekatan berdasarkan data dan fakta di lapangan agar kebijakan atau klaim masyarakat terhadap kawasan pesisir Desa Bo’a tidak menimbulkan salah tafsir antara kepentingan publik dan batas kawasan investasi.

Share :

Baca Juga

news

Dishub Rote Ndao Terbitkan Teguran Keras kepada Manajemen Bahari Express Terkait Pelanggaran Standar Pelayanan Minimal Penumpang Prioritas

news

Jalan Yang Di Persoalkan EFM Teryata: Ada Kontrak Antara PT Development Dan Tuan Tanah Pada Tahun 2022 Hingga 2046 Di Sahkan Oleh Kades Mersi Tite

news

Pemusnahan Ratusan Liter Minuman Keras Lokal Demi Menjaga Kamtibmas Kondusif Di Wilayah Hukum Rote Ndao

news

Kesaksian PJ Kepala Desa Bo,a Mengatakan Jalan Yang Persoalkan EFM, Milik Pribadi Warga Bukan Aset Desa Bo,a

news

Polres Rote Ndao Siagakan Pos Pelayanan Mudik Lebaran 1 Kali 24 Jam Selama 13 Hari

news

Penahan Pantai Telindale Patah Pasca Air Laut Naik, Warga Sekitar Minta Pemda Rote Ndao Segera Atasi

news

Legislator Muda Asal Partai PKB Falen Haning Bantu Pemerintah Desa Oebou Timbun Jalan Rusak

news

Ormas Tani Merdeka Terbentuk Di Kabupaten Rote Ndao, Siap Mendorong Generasi Muda Kembangkan Pertanian