
Rudi Mandala/Tim
Rote Ndao- Suarankri.Com– Viktor Bungtilu Laiskodat, Anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Fraksi Partai NasDem, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Rote dan meninjau lansung Unit Produksi Bibit Rumput Laut (UPBRL) Berteknologi Kultur Jaringan di Nemberala, Desa Sedeoen, Kecamatan Rote Barat, Jumat, 10 April 2026.
Unit produksi bibit rumput laut tersebut dibangun oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia sebagai model pengembangan budidaya rumput laut terintegrasi di Kabupaten Rote Ndao.
Program ini difokuskan pada penyediaan bibit unggul,
pembangunan kebun starter, serta penguatan infrastruktur budidaya dari hulu hingga hilir.
Teknologi yang digunakan merupakan bibit rumput laut hasil kultur jaringan yang memiliki keunggulan pertumbuhan lebih cepat, lebih tahan terhadap penyakit, serta menghasilkan kualitas produksi yang lebih baik dibandingkan bibit konvensional.
Selain penyediaan bibit unggul, program tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti kebun starter serta sarana transportasi untuk mempermudah akses bagi para pembudidaya rumput laut.
Dalam keterangannya kepada awak media, Viktor Bungtilu Laiskodat menyampaikan dukungan penuh terhadap pengembangan budidaya rumput laut di Kabupaten Rote Ndao.
“Kita akan support seluruh kegiatan seperti ini. Terima kasih kepada Menteri Kelautan dan Perikanan serta Bupati Rote Ndao yang terus mendorong pengembangan rumput laut di daerah ini,” ujar Viktor Bungtilu Laiskodat yang pernah menjabat sebagai Gubernur NTT periode 2018 – 2023.
Menurut Viktor, Kabupaten Rote Ndao memiliki potensi yang sangat besar dalam sektor budidaya rumput laut. Selain kondisi alam yang mendukung, masyarakat setempat juga telah lama memiliki pengalaman dalam kegiatan budidaya tersebut.
Ia menambahkan langkah penting berikutnya adalah memastikan ketersediaan bibit unggul sehingga produksi rumput laut dapat meningkat secara signifikan.
Selain itu, Viktor juga mendorong pembangunan industri pengolahan rumput laut di Kabupaten Rote Ndao agar hasil produksi tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah.
“Ke depan kita akan siapkan juga pabriknya. Jadi dari Rote tidak lagi keluar rumput laut mentah, tetapi produk olahan rumput laut,” jelas Viktor.
Ia juga menilai perlu adanya dukungan kebijakan dari pemerintah daerah untuk memperkuat pengembangan industri rumput laut di Rote Ndao. Salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan adalah penyusunan regulasi daerah agar produksi rumput laut diolah terlebih dahulu sebelum dipasarkan keluar daerah.
Melalui pengembangan budidaya rumput laut berbasis teknologi dan penguatan industri pengolahan, diharapkan sektor kelautan dan perikanan dapat menjadi salah satu penggerak utama perekonomian masyarakat di Kabupaten Rote Ndao.


