Rote Ndao-SUARANKRI.Com-Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk SH menyampaikan sambutan pada syukuran Pelantikan Bupati Dan Wakil Bupati di kecamatan Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao.
Dalam rangka syukuran pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao, penyampaian sambutan Bupati Paulus Henuk SH periode tahun 2025–2030, di halaman SMA N 1 Rote Selatan, Senin (31/3/2025).
Dalam sambutan perdananya di kecamatan Rote Selatan, Paulus menyampaikan, dirinya dan Wakil Bupati (Wabup) Apremoi Dudelusy Dethan siap membangun dan melayani masyarakat Kabupaten Rote Ndao.
Dalam sambutan disampaikan usai dilaksanakan Ibadat syukuran yang di pimpin oleh Pdt. Dedy Markus Lenggu yang disaksikan oleh ribuan masyarakat dari kecamatan Rote Selatan serta beberapa kepala dinas di kabupaten Rote Ndao dan para kepala Desa se-kecamatan Rote selatan bersama camat , yang hadir pada acara tersebut.
Paulus menyampaikan, hari ini dirinya dan Wabup Apremoi Dudelusy Dethan ada di dalam hati masyarakat Rote Selatan.
“Dalam kesempatan tersebut Bupati Rote Ndao mengatakan ini semua karna ijin Tuhan sehingga terjadi perubahan Rezim di kabupaten Rote Ndao.
Sehingga hal ini Bupati menghimbau kepada seluruh Masyarakat bahwa politik sudah selesai dan saatnya kita bergandengan tangan untuk menciptakan perubahan besar di Rote Ndao.
Lanjut Paulus dengan tegas menyampaikan kepada seluruh masyarakat Rote Selatan, selesai syukuran malam ini tidak ada lagi. Ita Esa, Lontar dan Lentera karna kita harus ingat Mbule Sio butir terakhir kita bicara tentang Rote Ndao harmoni.
Sebagai orang politisi saya menyadari banyak yang kecewa dengan penyataan saya tetapi saya harus menanggung beban ini demi kemajuan dan keharmonisan kabupaten Rote Ndao.
Saya bersama Ibu Wakil Bupati berjanji untuk melayani masyarakat dengan baik, hari ini kami siap menerima semua kekecewaan dari pendukung dan simpatisan demi terciptanya perubahan di Kabupaten Rote Ndao,” katanya.
Paulus mengajak semua pihak untuk berkolaborasi membangun Kabupaten Rote Ndao selama lima tahun ke depan Jangan ada sekat-sekat dan jangan ada demam politik.
Ia juga mengatakan, banyak tugas yang harus dikerjakan, Kabupaten Rote Ndao tidak bisa dibangun oleh satu orang. Kabupaten Rote Ndao tidak bisa dibangun oleh satu suku. Kabupaten Rote Ndao harus dibangun dengan kebhinekaan. Kabupaten Rote Ndao harus dibangun oleh orang-orang yang mencintainya dengan hati, jiwa, pikiran, dan perasaan.
“Saya dan Ibu Apremoi Dudelusy Dethan hanya punya ide dan gagasan, namun ide dan gagasan tersebut tidak akan bisa terealisasi jika tidak ada kolaborasi dari semua pihak,” katanya.
Saya harus konsisten dengan janji-janji saya, pembangunan mulai dari bagian timur.
Dan Bupati pun meminta kepada seluruh masyarakat agar selalu mendoakan dirinya bersama ibu wakil Bupati supaya malaikat kawal kita agar tidak keluar dari janji kami.
**( Rudi Mandala )**