
Rote Ndao- SusraNkri.Com, 4 September 2026 terasa berbeda. Kabar duka datang membawa kesedihan yang mendalam bagi keluarga besar Ngulu
Telah berpulang ke rumah Bapa di Surga, Bapak Berkat Ngulu, S.H., orang tua dari rekan guru kami, Ibu Ester Ngulu, S.Th.
Bagi seorang anak, kehilangan orang tua bukanlah perkara yang mudah. Sosok yang selama ini menjadi tempat berbagi cerita, tempat meminta nasihat, serta tempat memperoleh kasih dan perhatian, kini harus dilepaskan untuk selamanya.
Luka kehilangan tentu begitu dalam, dan tidak ada kata-kata yang sepenuhnya mampu menggambarkan kesedihan yang dirasakan oleh keluarga.
Sebagai Keluarga Besar SMA Negeri 1 Lobalain, kami menyadari bahwa kami mungkin tidak dapat sepenuhnya merasakan luka dan kehilangan yang sedang dialami keluarga. Namun, kami dapat hadir, memberikan penguatan, mendoakan, serta menemani keluarga melewati masa duka yang berat ini.
Kematian bukanlah akhir dari segala sesuatu bagi orang yang percaya kepada Tuhan. Kita percaya bahwa kehidupan manusia berada sepenuhnya dalam tangan Tuhan. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk hidup, dan ada waktu untuk kembali kepada Sang Pencipta.
Pada Jumat pagi, 4 September 2026, Kepala SMA Negeri 1 Lobalain bersama Bapak/Ibu Guru turut hadir melayat di rumah duka sebagai wujud kasih, kepedulian, dan ungkapan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan.
Kiranya di tengah air mata dan kesedihan, keluarga yang berduka tetap memperoleh kekuatan, ketabahan, dan penghiburan yang sejati dari Tuhan.
Kepada rekan guru kami, Ibu Ester Ngulu, S.Th., anak murid kami Jeqlin Ngulu, serta seluruh keluarga yang berduka, Keluarga Besar SMA Negeri 1 Lobalain menyampaikan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya.
Kiranya Tuhan Yesus senantiasa menguatkan, menghibur, dan memberikan ketabahan kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan.
“Berbahagialah orang yang mati dalam Tuhan.” — Wahyu 14:13
Selamat jalan dalam damai, Bapak Berkat Ngulu, S.H. Kiranya kasih Tuhan menyertai keluarga yang ditinggalkan.
(YB)


