Home / news

Minggu, 27 September 2026 - 22:55 WIB

Konsultan Perencana Jelaskan Penggunaan Kembali Material Lama dalam Revitalisasi SMAN 1 Rote Selatan

ROTE NDAO — SuaraNkri.Com-Konsultan perencana proyek revitalisasi SMA Negeri Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao, Buce Baun, menjelaskan penggunaan kembali sejumlah material lama dalam pekerjaan proyek senilai Rp2,527 miliar tersebut.

Penjelasan itu disampaikan Buce saat ditemui wartawan di lokasi proyek, Minggu (27/9/2026), menyusul sorotan terhadap pelaksanaan proyek yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.

Sebelumnya, muncul dugaan adanya pekerjaan yang tidak sesuai dengan perencanaan dan spesifikasi teknis. Salah satu hal yang dipersoalkan adalah penggunaan kembali material kayu atau KAP atap pada sejumlah ruangan yang direhabilitasi.

Buce menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan pekerjaan, perubahan volume dapat dilakukan berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Menurut dia, perubahan tersebut dapat dituangkan melalui mekanisme Contract Change Order (CCO).

“Dalam perjalanan pekerjaan, ada kewenangan dari kementerian untuk kita juga bisa membuat perubahan volume,” kata Buce.

Ia mencontohkan, material seperti gording yang telah dibongkar dapat digunakan kembali apabila setelah diperiksa kondisinya masih baik dan dinilai layak.

“Kalau masih utuh dan masih layak, mungkin kita pakai kembali. Tapi kalau sudah berisiko rusak, pasti harus diganti,” ujarnya.

Menurut Buce, material yang masih layak digunakan tidak harus diganti. Sementara volume pekerjaan yang tidak jadi dilaksanakan karena material lama masih dapat dimanfaatkan dapat dialihkan ke pekerjaan lain melalui perubahan pekerjaan yang dituangkan dalam CCO.

“Uang dari yang kita ganti itu kita alihkan. Namanya kita over volume, CCO. Jadi kita buat perubahan itu,” katanya.

Buce mengatakan kondisi tingkat kerusakan bangunan tidak selalu dapat diketahui secara detail pada tahap perencanaan. Kondisi aktual bangunan, menurut dia, baru dapat diketahui secara lebih jelas setelah proses pembongkaran dilakukan.

Ia menyebut pihak pengawas juga telah diajak berdiskusi mengenai kemungkinan adanya material lama yang masih dapat dimanfaatkan.

“Pada saat dibongkar, dicek. Mungkin ada gording yang masih layak dipakai. Tapi kalau sudah berisiko rusak, pasti harus ganti,” jelasnya.

Buce menegaskan bahwa penggunaan kembali material lama, apabila material tersebut masih memenuhi persyaratan kelayakan, merupakan bagian dari penyesuaian pekerjaan berdasarkan kondisi lapangan.

Buce juga menanggapi informasi sebelumnya yang menyebut adanya dugaan kerja sama antara kepala sekolah dengan pengawas maupun pihak lain dalam pelaksanaan proyek.

Ia menjelaskan bahwa adanya pembayaran kepada konsultan perencana maupun pengawas tidak serta-merta menunjukkan adanya pemberian uang secara ilegal. Menurut dia, honor tersebut merupakan bagian dari komponen anggaran kegiatan yang telah ditetapkan dalam perencanaan proyek.

“Itu uang perencanaan yang sudah dititip dari kementerian. Uangnya ditentukan oleh kementerian,” kata Buce.

Ia menyebut komponen tersebut mencakup honor perencanaan, pengawasan, dan pengelolaan yang dituangkan dalam dokumen serta kuitansi sebagai bagian dari pertanggungjawaban kepada kementerian.

“Semua dibuat dalam kuitansi dan nanti kita pertanggungjawabkan di kementerian,” ujarnya.

Nilai Proyek Rp2,527 Miliar

Berdasarkan papan informasi proyek yang terpampang di lokasi, kegiatan tersebut merupakan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi SMA dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Sekolah Menengah Atas.

Proyek berlokasi di SMAN Rote Selatan, Jalan Keka-Talae, Desa Daleholu, Kecamatan Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao.

Pekerjaan yang tercantum meliputi rehabilitasi satu ruang guru, satu laboratorium kimia, satu laboratorium komputer, satu toilet, satu perpustakaan, dan sembilan ruang kelas. Selain itu, proyek mencakup pembangunan satu ruang BP/BK dan satu rumah dinas guru.

Waktu pelaksanaan pekerjaan tercantum selama 180 hari kalender, dimulai 14 Juli 2026, dengan nilai pekerjaan sebesar Rp2.527.466.000. Sumber pendanaan berasal dari APBN Tahun Anggaran 2026.(RM)

Share :

Baca Juga

news

Dugaan Pengondisian Proyek Revitalisasi SMAN 1 Rote Selatan Disorot, P2SP Mengaku Tak Dilibatkan

news

Proyek Revitalisasi SMAN Rote Selatan Senilai Rp2,5 Miliar Disorot, Diduga Ada Ketidaksesuaian Pekerjaan

news

22 Desa Persiapan di Rote Ndao Tunggu Verifikasi Faktual Kemendagri, Target Kode Register 2027

news

Rote Ndao dan ARUNGI Dorong Pertanian Cerdas Iklim untuk Ketahanan Pangan

news

Rote Ndao Dorong Pemanfaatan Energi Terbarukan Menuju NZE 2050

news

SMA N 1 Lobalain Gelar Pembinaan Rohani Kristen Bertema “Bangkit Bersama Tuhan

news

Bantuan ATENSI Kemensos Rp375 Juta Disalurkan kepada 46 Penerima di Rote Ndao

news

Buka Nasdem Cup 2026, Bupati Rote Ndao Dorong Pembinaan Sepak Bola Berjenjang