
Rote Ndao —SuaraNkri. Com- Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH, bersama Ketua PSSI Rote Ndao Alfred Saudila, menghadiri pembukaan Turnamen Sepak Bola Usia 23 Piala Partai NasDem Cup I antar klub se-Kabupaten Rote Ndao Tahun 2026 di Lapangan Sanggoen, Kecamatan Lobalain, Senin (21/9/2026).
Turnamen yang diikuti 24 tim tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Paulus Henuk. Kegiatan diawali dengan doa yang dipimpin oleh Pdt. Esti Kiak Lolo, S.Th.
Ketua Panitia, Denison Zacharias, dalam laporannya menyampaikan bahwa turnamen sepak bola usia 23 tahun ke atas tersebut diikuti 24 tim yang merupakan perwakilan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Rote Ndao.
Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen ini diharapkan menjadi sarana mempererat silaturahmi antarkecamatan sekaligus memberikan ruang bagi para pemain untuk mengembangkan kemampuan mereka.
Dalam sambutannya, Bupati Rote Ndao yang akrab disapa PH menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Partai NasDem yang telah menyelenggarakan NasDem Cup 2026.
Paulus mengatakan kompetisi tersebut dapat menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membangun pembinaan sepak bola secara berjenjang sekaligus menemukan talenta-talenta muda dari berbagai wilayah di Rote Ndao.
“Tahun depan kita akan menyelenggarakan sepak bola Liga Desa dan Piala Bupati,” kata Paulus.
Ia menjelaskan, pelaksanaan kompetisi nantinya dapat dibagi berdasarkan wilayah, yakni wilayah timur, tengah, dan barat. Babak awal dapat digelar di masing-masing wilayah sebelum tim-tim terbaik melanjutkan pertandingan ke fase berikutnya.
Untuk wilayah timur, Paulus menyebut kawasan Pantai Baru dapat menjadi salah satu lokasi pertandingan. Sementara wilayah barat dapat diarahkan ke Oenale atau Nemberala, sedangkan wilayah tengah dapat dipusatkan di Ba’a.
Selanjutnya, babak perempat final, semifinal, hingga final dapat dipusatkan di ibu kota kabupaten.
Menurut Paulus, pola tersebut memungkinkan pemerintah melihat potensi pemain dari berbagai desa dan wilayah, sehingga pembinaan tidak hanya berfokus pada pemain yang berada di kawasan perkotaan.
“Tujuannya adalah mencari bibit-bibit muda yang berbakat untuk menyiapkan itu,” ujarnya.
Ia mengatakan pembinaan dapat dilakukan secara berjenjang, mulai dari Liga Pelajar, Liga Desa, hingga Piala Bupati.
Dengan kompetisi yang digelar secara rutin, pemerintah bersama PSSI dapat memantau perkembangan pemain dalam periode yang lebih panjang. Paulus menilai pola tersebut penting karena selama ini proses pembentukan tim untuk mengikuti kompetisi seperti El Tari Cup kerap dilakukan dalam waktu yang relatif singkat.
“Kalau kita rekrut pemain untuk El Tari Cup, biasanya paling satu-dua bulan. Orang ditarik dan selanjutnya. Dengan kegiatan-kegiatan seperti ini, kita akan memantau kemampuan dan potensi anak-anak kita,” katanya.
Paulus menegaskan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao akan memberikan dukungan terhadap pengembangan olahraga, khususnya sepak bola.
“Pemerintah Kabupaten Rote Ndao akan men-support kegiatan olahraga, termasuk khususnya sepak bola. Ini penting kita lakukan,” ujar Paulus.
Rencana penyelenggaraan Liga Desa dan Piala Bupati tersebut sekaligus diarahkan menjadi bagian dari sistem pembinaan sepak bola yang berkelanjutan. Dengan demikian, pencarian pemain tidak hanya dilakukan ketika menghadapi turnamen tertentu.
Melalui kompetisi yang berlangsung secara rutin, talenta-talenta muda dari desa-desa di Rote Ndao diharapkan memiliki ruang untuk tampil, berkembang, dan dipantau sejak usia muda.


