
Penulis: Rudi Mandala
Rote Ndao- SUARANKRI. COM-Pemerintah sedang giat – giatnya dengan program ketahanan pangan. Tetapi, bagaimana mungkin akan berjalan dengan baik kalau tidak didukung dengan pupuk.
Bahkan, saat ini pupuk subsidi dijual oleh kios KKS Pantai Baru. menyampaikan kepada petani Rote tengah bahwa pupuk urea dan NPK di gudang terbatas jadi hanya bisa layani 1 atau 2 karung sa. Akibatnya, petani di kecamatan Rote Tengah teriak dan minta pemerintah turun tangan.
”Bagaimana mungkin program ketahanan pangan yang sedang digalakkan pemerintah. Tetapi justru kios-kios yang ditunjuk pemerintah tidak mempunyai stok pupuk yang banyak. Tak hanya itu, untuk mendapatkannya juga seolah-olah mempersulit.
Lanjut salah satu petani dari kecamatan Rote Tengah berinisial (MP) kepada media lewat telpon seluler pada Senin (9/2/26), mengatakan secara umum petani di setiap desa sedang galakkan program tanaman pangan. Hanya saja, kesulitan mendapatkan pupuk.
MP, menjelas dirinya mempunyai limah bidang sawah dengan kebutuhan pupuk sekitar 1 Tom, namun. MP pergi tebus mandiri kios KKS hanya memberikan dua karung
”Akibat dari hal akan menjadi hambatan serius apabila pemerintah atau instansi terkait tidak turun tangan. Juga, akan terjadi masalah besar apabila pupuk subsidi yang merupakan hal prinsip dalam budidaya tanaman. Yang seharusnya dijamin pemerintah sepertinya terabaikan,” jelas petani.
Menurut petani, saat ini tanaman kami lagi butuh pupuk tetapi kami sulit. Kalaupun dapat, so pasti kios menjual diatas harga eceran tertinggi (HET).
Ini jelas kata para petani, selalu dapat pupuk selalu lewat waktunya untuk siram di tamanan. Misalnya pada saat ini butuh di siram pupuk sedangkan kita di kasih pada bulan Maret berarti kita tidak bisa siram lagi,” ungkap petani menyesal.
Sekali lagi, petani Rote Tengah menduga pupuk subsidi yang resmi dijual kios telah dijual kepada petani yang tak terdaftar di e-alokasi. Atau juga, kios tersebut menjual ke daerah lain dengan harga melampaui HET.
”Perlu diingat bahwa, setiap karung pupuk subsidi yang ada di kios itu sudah ada alamatnya. Atau sudah milik petani yang ada dalam daftar. Bagaimana mungkin pupuk yang baru di turunkan langsung habis terjual. Padahal kuota pupuk subsidi di Kecamatan Rote Tengah sangat besar,” katanya.
”Tapi, terkait dengan hal diatas kami sarankan aparat penegak hukum (APH) bisa memeriksa hasil penjualan pupuk subsidi minimal 2 tahun terakhir,” jelasnya keras.
Kedua, soal jaminan kuota. Kuota pupuk dari petani tidak boleh dikurangi kios. Dan ketiga, jaminan kwalitas.
”Pupuk subsidi yang dijual hendaknya berkualitas. Jangan sampai di oplos, kalau jaminan ini sudah dapat dan terpenuhi oleh pemerintah. Kami petani yakin program ketahanan pangan akan lebih mudah dilaksanakan,” urainya lagi.
Hingga berita ini di publikasi direktur kios KKS belum berhasil di konfirmasi media SUARANKRI.COM.


