Home / news

Kamis, 8 Oktober 2026 - 23:39 WIB

Suara Hati Keluarga Besar Leo Modok: Jermi Mandala Pergi Bagaikan Angin yang Tak Berhembus

Oplus_131072

Penulis: Kren Bolla

Editor : Rudi Mandala

ROTE NDAO, SUARANKRI.COM — Ada orang-orang yang hadir dalam kehidupan bukan untuk mengejar kemasyhuran, melainkan untuk menanamkan nilai, menjaga warisan leluhur, dan mengabdikan diri bagi sesama.

Mereka mungkin tidak selalu tampil di panggung besar, tetapi jejak pengabdiannya tetap terasa dalam kehidupan masyarakat.

Salah satu sosok itu adalah Jermi Mandala, putra Nusak Ba’a sekaligus pemerhati adat yang menjadi bagian penting dari perjalanan adat dan budaya, khususnya di Leo Modok Nusak Ba’a.

Kepergian Jermi Mandala bagaikan angin yang tak berhembus. Ia pergi tanpa suara, tetapi meninggalkan kesejukan dalam ingatan banyak orang. Kehadirannya mungkin telah berakhir secara jasmani, tetapi semangat, nasihat, keteladanan, dan pengabdiannya akan tetap hidup dalam hati keluarga, kerabat, serta masyarakat yang pernah berjalan bersamanya.

Mengabdi dengan Ketulusan, Menjaga Adat dengan Kesetiaan

Dalam kehidupan sehari-hari, Jermi Mandala dikenal sebagai pribadi yang dekat dengan masyarakat, menghargai sesama, serta memiliki kepedulian terhadap adat dan budaya.

Ia tidak memandang adat hanya sebagai rangkaian upacara atau aturan warisan leluhur, melainkan sebagai pedoman hidup yang mengajarkan penghormatan, persaudaraan, tanggung jawab, dan keseimbangan dalam kehidupan bersama.

Dedikasinya terlihat dari kesediaannya mengambil bagian dalam berbagai urusan adat. Ia hadir ketika masyarakat membutuhkan nasihat, pendampingan, penyelesaian persoalan, maupun penguatan hubungan kekeluargaan. Dengan sikap tenang dan penuh pertimbangan, ia berusaha menjaga agar setiap keputusan tetap menghormati nilai-nilai leluhur dan kepentingan bersama.

Bagi Jermi Mandala, adat bukan sekadar milik para tetua. Adat merupakan tanggung jawab seluruh generasi. Karena itu, nilai-nilai budaya harus terus dipahami, dijaga, dan diwariskan kepada anak-anak muda.

Ia menyadari bahwa perubahan zaman tidak boleh membuat masyarakat kehilangan identitas dan akar budayanya. Sebaliknya, kemajuan harus berjalan beriringan dengan kesadaran untuk menjaga warisan leluhur.

Di Leo Modok, nama Jermi Mandala menjadi bagian dari perjalanan kehidupan adat yang penuh makna. Ia turut mengambil peran dalam menjaga hubungan antarkeluarga, mempererat persaudaraan, serta mempertahankan marwah adat.

Dalam berbagai kesempatan, ia menunjukkan bahwa kekuatan sebuah leo tidak hanya terletak pada garis keturunan, tetapi juga pada kesetiaan untuk saling menghormati, menjaga kebersamaan, dan merawat keharmonisan.

Kiprahnya tidak hanya terlihat dalam kegiatan besar, tetapi juga melalui hal-hal sederhana yang terkadang luput dari perhatian. Ia hadir dalam pertemuan keluarga, mendukung pelaksanaan ritual adat, mendengarkan persoalan masyarakat, serta memberikan pandangan ketika terjadi perbedaan pendapat.

Melalui tindakan-tindakan tersebut, ia ikut merawat kehidupan Leo Modok agar tetap berdiri di atas nilai persatuan, kekeluargaan, dan gotong royong.

Ia juga menjadi penghubung antara pengalaman para leluhur dan kebutuhan generasi masa kini. Dengan pengetahuan serta pengalamannya, ia membantu menjelaskan makna di balik tradisi.

Baginya, menjalankan adat tidak cukup hanya dengan mengikuti tata cara. Adat harus dijalankan dengan ketulusan, penghormatan, dan kesadaran akan tanggung jawab kepada sesama.

Setiap manusia akan meninggalkan sesuatu setelah kepergiannya. Ada yang meninggalkan harta, ada yang meninggalkan jabatan, tetapi Jermi Mandala meninggalkan sesuatu yang jauh lebih berarti: teladan kehidupan dan warisan pengabdian.

Warisan tersebut tercermin dalam sejumlah nilai yang patut terus dikenang dan diteruskan, yakni:

Keteguhan dalam menghormati adat dan budaya leluhur.

Kesediaan melayani kepentingan keluarga dan masyarakat.

Kepedulian terhadap keharmonisan dalam Leo Modok.

Keteladanan dalam menjaga hubungan kekeluargaan.

Semangat meneruskan nilai-nilai leluhur kepada generasi muda.

Kerendahan hati dalam menjalankan tanggung jawab.

Warisan terbesar Jermi Mandala bukan hanya apa yang pernah ia lakukan, melainkan juga nilai-nilai yang ditanamkannya kepada orang-orang di sekitarnya.

Ia mengajarkan bahwa pengabdian tidak selalu harus disertai pujian. Yang terpenting adalah ketulusan, kesediaan untuk hadir, dan manfaat yang diberikan kepada sesama.

Nilai-nilai itulah yang membuat pengabdian seseorang tetap hidup, bahkan ketika dirinya telah tiada.

Duka Keluarga Besar Leo Modok

Kepergian Jermi Mandala tentu meninggalkan duka mendalam.

Keluarga kehilangan sosok yang dicintai, Leo Modok kehilangan seorang pengabdi, dan masyarakat kehilangan salah seorang putra yang telah mengambil bagian dalam perjalanan adat dan kehidupan bersama.

Namun, kepergian bukan berarti akhir dari segala sesuatu.

Jermi Mandala akan tetap hadir dalam setiap nasihat yang pernah disampaikannya, dalam setiap keputusan adat yang menjunjung keharmonisan, dalam setiap pertemuan keluarga yang mengutamakan persaudaraan, serta dalam setiap generasi muda yang terus belajar mencintai budaya leluhur.

Bagi keluarga besar Leo Modok Nusak Ba’a, kenangan tentang Jermi Mandala bukan sekadar kisah masa lalu. Kenangan itu menjadi pengingat akan pentingnya menjaga persaudaraan, menghormati adat, dan meneruskan pengabdian kepada masyarakat.

Selamat Jalan, Maneleo Modok

Ia memang telah pergi bagaikan angin yang tak berhembus. Tidak terlihat, tetapi jejaknya dapat dirasakan. Tidak terdengar, tetapi pesan-pesannya tetap hidup. Tidak lagi berjalan bersama kita, tetapi nilai-nilai yang diperjuangkannya akan terus menjadi penuntun bagi Leo Modok Nusak Ba’a dan seluruh keluarga yang ditinggalkannya.

Selamat jalan menuju keabadianmu, Maneleo Modok Desa Lelain, sekaligus Ketua Komunitas Anak Muda Leo Modok Nusak Ba’a.

Terima kasih atas pengabdian, keteladanan, dan kepedulian yang telah diberikan kepada keluarga, masyarakat, serta adat dan budaya leluhur.

Semoga segala kebaikan yang telah ditanamkan terus bertumbuh dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Kebaikanmu akan selalu kami kenang. Namamu tetap hidup dalam hati kami, dan pengabdianmu akan menjadi bagian dari perjalanan sejarah Leo Modok Nusak Ba’a.

Selamat jalan, Maneleo. Damai dalam keabadian.

Suara hati dan ungkapan duka dari keluarga besar Leo Modok Nusak Ba’a.

Share :

Baca Juga

news

Pemkab Rote Ndao Susun Ranperda Angkutan dan Parkir untuk Perkuat Sistem Transportasi Daerah

news

Dinas Pertanian Rote Ndao Serahkan Perhitungan Kerugian Petani Terdampak K-SIGN

news

Jimy Tulle Raih Juara Umum Grasstrack Piala Bupati Cup I Rote Ndao

news

Kapolsek Rote Barat Laut Laksanakan Kunjungan Kerja dan Silaturahmi dengan Pemerintah Kecamatan

news

Kejurda Open Grastrack Bupati Rote Ndao Cup I 2026 Resmi Ditutup

news

Banteng Timur Racing Team Sabet Tiga Podium di Grasstrack Piala Bupati Rote Ndao Cup I

news

Berkas P-21, Lima Tersangka Kasus Pembunuhan Berencana di Rote Ndao Dilimpahkan ke Kejaksaan

news

Komisi II DPRD Rote Ndao Tinjau Revitalisasi SDN Lekik