
Rote Ndao – SuaraNkri.Com-Pembukaan Temu Akrab Sahabat Gembala Tahun 2026 resmi dibuka oleh Wakil Ketua Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), Senin (28/9/2026), sekitar pukul 17.00 WITA.
Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian pertemuan para pendeta GMIT se-Teritori Rote–Sabu tersebut berlangsung di Gereja GMIT Eklesia Oehandi, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao.
Ketua Panitia Pelaksana, Joni A. Adu, dalam sambutannya menyampaikan salam sejahtera sekaligus ucapan selamat datang kepada seluruh peserta dan undangan yang hadir.
“Atas nama Panitia Pelaksana dan seluruh jemaat di Klasis Rote Barat Daya, kami menyampaikan selamat datang yang tulus di Jemaat Eklesia Oehandi, Desa Oehandi, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao,” ujar Joni.
Ia menyampaikan penghormatan kepada Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao, para kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, Camat Rote Barat Daya, Wakil Ketua Majelis Sinode, Majelis Sinode Harian dan Sekbid Sinode, Ketua dan Pengurus Teritori Rote–Sabu, para narasumber, para Ketua Majelis Klasis se-Teritori Rote–Sabu, para Pendeta Sahabat Gembala, para Timpel, serta seluruh peserta dan undangan.
Menurut Joni, kehadiran para pendeta dari berbagai klasis di Rote dan Sabu Raijua merupakan wujud kasih persaudaraan sekaligus komitmen untuk tetap setia menjalankan panggilan pelayanan sebagai gembala.
“Terima kasih untuk setiap langkah kaki Bapak/Ibu, Sahabat Gembala, yang telah menempuh perjalanan jauh dari berbagai klasis di Rote dan Sabu Raijua untuk tiba di tempat ini,” katanya.
Ia berharap kehadiran para peserta di Oehandi dapat menciptakan suasana persaudaraan yang hangat.
“Biarlah Oehandi yang sederhana ini menjadi rumah yang ramah, tempat kita saling menyapa, saling mendengar, dan saling menguatkan,” ungkapnya.
Mengusung Tema Panggilan dan Persahabatan
Dalam laporan pelaksanaan kegiatan, Joni menjelaskan bahwa Temu Akrab Sahabat Gembala 2026 dilaksanakan berdasarkan Program Kerja Majelis Sinode Tahun 2026 serta Surat Keputusan Majelis Sinode tentang Pembentukan Panitia Pelaksana.
Kegiatan tahun ini mengusung tema:
“Dipanggil untuk Menggembalakan, Diutus untuk Bersahabat.”
Sementara subtema yang diangkat adalah:
“Memperkuat spiritualitas panggilan dan membangun jejaring persahabatan antara pendeta agar mampu menjalani pelayanan dengan setia, sehat, dan saling menguatkan di dunia yang terluka.”
Joni mengatakan tema tersebut menjadi dasar seluruh rangkaian kegiatan. Temu Akrab diharapkan tidak sekadar menjadi ruang perjumpaan, tetapi juga menjadi momentum pembaruan spiritualitas dan penguatan persaudaraan di antara para pendeta.
Kegiatan berlangsung selama lima hari, mulai 28 September hingga 2 Oktober 2026, dengan lokasi kegiatan di Oehandi dan Desa Oeseli, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao.
Diikuti 257 Peserta
Joni menyebutkan, peserta inti Temu Akrab Sahabat Gembala 2026 berjumlah 257 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 240 orang merupakan pendeta GMIT se-Teritori Rote–Sabu, yang terdiri atas 47 pendeta dari Sabu Raijua dan 193 pendeta dari Rote Ndao.
Selain itu, terdapat 17 peserta yang berasal dari Majelis Sinode Harian (MSH), Sekbid Sinode, dan narasumber.
Pelaksanaan kegiatan juga didukung oleh 176 orang Panitia Pelaksana.
Sejumlah narasumber turut dihadirkan dalam kegiatan tersebut, yakni Dita Manafe, M.Psi., Pdt. Dr. Nursini Sihombing, Majelis Sinode Harian GMIT, dan Pdt. Semuel Pandie, M.Th.
Penanaman Mangrove di Desa Oeseli
Selain kegiatan ibadah, refleksi, penyampaian materi, peer counseling, sharing bersama MSH GMIT, dan kegiatan kebersamaan, Temu Akrab Sahabat Gembala 2026 juga diisi dengan malam kesenian dari 10 klasis.
Salah satu agenda yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan adalah penanaman mangrove di Desa Oeseli pada 1 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Temu Akrab Sahabat Gembala sekaligus bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan upaya bersama untuk merawat ciptaan Tuhan.
Rangkaian kegiatan lainnya meliputi rekreasi dan kebersamaan, Ibadah Penyegaran Iman, serta api unggun dan komitmen bersama.
Anggaran Rp195,85 Juta
Dalam laporan tersebut, Joni menyampaikan bahwa kebutuhan anggaran pelaksanaan kegiatan mencapai Rp195.850.000.
Anggaran tersebut bersumber dari Majelis Sinode, sumbangan wajib peserta Sahabat Gembala, sumbangan wajib Timpel, sumbangan sukarela dari 34 mata jemaat Klasis Rote Barat Daya, dukungan Bupati Rote Ndao, serta para donatur lainnya.
Pada kesempatan itu, panitia secara khusus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, khususnya Bupati, Wakil Bupati, Pj. Sekretaris Daerah, dan seluruh jajaran pemerintah daerah atas perhatian dan dukungan terhadap kegiatan tersebut.
“Kehadiran Pemerintah Daerah hari ini merupakan kehormatan bagi kami dan menjadi wujud nyata sinergitas antara Gereja dan Pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat dan merawat kebersamaan di Rote Ndao,” ujar Joni.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada MSH GMIT, Pengurus Teritori Rote–Sabu, para Ketua Majelis Klasis, seluruh jemaat di Rote Barat Daya, para narasumber, panitia, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan berupa tenaga, pikiran, waktu, dan materi.
Joni mengakui bahwa dalam persiapan dan pelaksanaan kegiatan masih terdapat berbagai keterbatasan dan kekurangan.
“Atas segala keterbatasan dan kekurangan dalam persiapan maupun pelaksanaan, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya,” katanya.
Menutup laporannya, Joni berharap seluruh rangkaian Temu Akrab Sahabat Gembala 2026 dapat berjalan dengan baik dan membawa sukacita, kekuatan, serta berkat bagi seluruh peserta.
“Tuhan Yesus Kristus, Sang Gembala Agung, senantiasa memberkati pelayanan kita. Tuhan memberkati Gereja, Tuhan memberkati Teritori Rote–Sabu, dan Tuhan memberkati Kabupaten Rote Ndao dan Sabu Raijua,” pungkasnya.(RM)


