
Penulis: Rudi Mandala
Rote Ndao –SuaraNkri.Com– Universitas Nusa Cendana (UNDANA) kembali menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui kerja sama dengan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Kali ini, UNDANA memilih Desa Oematamboli, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, sebagai desa binaan dengan menggandeng Kelompok Tani Ternak (KTT) Hetiheu dan Kelompok Tani Oefila sebagai mitra pelaksana.
Kegiatan tersebut dipandu langsung oleh Ketua Tim Pelaksana PKM UNDANA, Dr. Verdy A. Koehuan, S.T., M.T. Saat ditemui media SuaraNKRI.com di lokasi kegiatan, pada Sabtu 13/9/26, Verdy menjelaskan bahwa program tersebut didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ditjen Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2026.
Program pengabdian kepada masyarakat ini direncanakan berlangsung secara bertahap selama tiga tahun, dengan target durasi pelaksanaan selama delapan bulan aktif setiap tahunnya, yakni April hingga Desember 2026.
Dalam susunan tim pelaksana, Dr. Verdy A. Koehuan, S.T., M.T., selaku ketua tim, didampingi anggota tim dari UNDANA, yakni Dominggus G. H. Adoe, S.T., M.Eng., dan Ir. N. G. A. Mulyantini, S.S., M.Agr.Sc., Ph.D. Program ini juga melibatkan akademisi dari Universitas Katolik Widya Mandira (UNIKA) Kupang, Antonius Y. W. Timuneno, S.Akun., M.S.Ak.
Selain tim akademisi, program tersebut turut melibatkan mahasiswa melalui skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar secara nyata di luar lingkungan kampus sekaligus berkontribusi langsung dalam pemberdayaan masyarakat.
Ketua Tim Pelaksana PKM UNDANA, Dr. Verdy A. Koehuan, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang melalui kemitraan strategis dengan Pemerintah Desa Oematamboli dan Dinas Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sasaran utama program difokuskan pada dua kelompok tani lokal, yakni Kelompok Tani Heti Heu dan Kelompok Tani Oefila, yang secara keseluruhan menaungi sekitar 40 anggota petani dan peternak.
“Desa Oematamboli memiliki potensi sumber air yang melimpah dan lahan tidur yang luas, namun belum dimanfaatkan secara optimal.
Sebagian besar warga memelihara sapi, tetapi selalu terkendala ketersediaan pakan. Melalui integrasi pertanian terpadu ini, kami mengoptimalkan lahan produktif untuk pakan ternak sekaligus tanaman hortikultura,” kata Dr. Verdy
Terapkan Irigasi Tetes Berbasis Energi Surya
Sebagai langkah konkret dalam mengatasi persoalan kekeringan sekaligus meningkatkan efisiensi kerja petani, tim PKM UNDANA menerapkan teknologi Sistem Irigasi Tetes (SIT) yang ditenagai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Teknologi tersebut diintegrasikan dengan pompa submersible DC berkapasitas 750–1.100 watt untuk mengalirkan air dari sumur bor secara otomatis menuju jaringan perpipaan di lahan pertanian seluas dua hektare.
Melalui sistem penyiraman otomatis tersebut, pemanfaatan lahan dibagi secara proporsional. Satu hektare lahan diperuntukkan bagi tanaman pakan ternak, seperti rumput odot, rumput pakchong atau gajah super, lamtoro, gamal, sorgum, jagung, dan singkong.
Sementara itu, satu hektare lainnya dimanfaatkan untuk tanaman hortikultura, seperti cabai, tomat, serta berbagai jenis sayuran kebutuhan sehari-hari anggota kelompok tani.
Penerapan sistem ini diharapkan tidak hanya mampu menjawab persoalan ketersediaan pakan ternak dan kebutuhan air pada musim kering, tetapi juga meningkatkan produktivitas lahan, efisiensi penggunaan air, serta pendapatan petani dan peternak di Desa Oematamboli.


