
Penulis: Rudi Mandala
SuaraNKRI.COM– Rote Ndao- Kabar menggembirakan datang dari kawasan Sentra Industri Garam Nasional di Kabupaten Rote Ndao. Pembangunan tambak garam kini berdampak positif terhadap pengendalian luapan air saat musim hujan.
Kawasan yang berada di Kecamatan Rote Timur dan Landu Leko itu sebelumnya kerap terdampak genangan. Air hujan meluap hingga ke area persawahan warga dan badan jalan umum.
Kini, kondisi tersebut berangsur membaik setelah dilakukan penataan sistem drainase. PT Nindya Karya sebagai pelaksana proyek melakukan pelebaran saluran air secara signifikan.
Wakil Project Manager PT Nindya Karya, Eko, menjelaskan bahwa kapasitas drainase ditingkatkan. Saluran yang sebelumnya berukuran satu kali satu meter diperbesar menjadi tiga kali dua setengah meter.
“Ukuran drainase kami perbesar hampir tujuh kali lipat dari sebelumnya,” ujar Eko kepada awak media Sabtu (21/2/2026).
Menurutnya, langkah tersebut efektif memperlancar aliran air saat curah hujan tinggi. Dampaknya, potensi luapan air ke lahan warga kini jauh berkurang.
Eko menegaskan pelebaran itu menjadi bagian dari penataan kawasan industri garam. Penanganan drainase dilakukan untuk memastikan proyek berjalan selaras dengan kepentingan masyarakat.
“Itu juga bagian dari penataan drainase kawasan,” katanya.
Dengan perbaikan infrastruktur tersebut, aktivitas pertanian dan mobilitas warga semakin aman. Proyek industri garam diharapkan tidak hanya mendorong ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan.
Pemerintah dan pihak perusahaan berharap manfaat pembangunan dapat dirasakan berkelanjutan. Kawasan industri garam pun diarahkan menjadi model pembangunan terpadu di Rote Ndao.


