
ROTE NDAO- SUARANKRI.COM-, Terkait Kekosongan Dokter Spesialis Kandungan (Obgyn) di RSUD Ba’a bisa di pastikan Kematian Ibu dan anak di Rote Ndao Meningkat.
Salah satu dokter senior yang bertugas di Rote Ndao yang tak mau namanya di sebut, ketika di konfirmasi mengatakan bahwa sangat riskan ketika satu daerah tanpa dokter Obgyn, saya bisa di pastikan angka kematian ibu dan anak meningkat, ” saya juga merasa aneh harusnya Dir RSU Cari solusi cepat bukan harap usulan ke Kemenkes saya anggap itu statement ngaur dari seorang dokter dan saya bisa pastikan angka kematian ibu dan anak di Rote pasti meningkat” ucap dokter senior ini.
Harusnnya Direktur RSU dan PLT Kadinkes ambil solusi cepat, misalnya pinjam dokter spesialis Obgyn di Rumah sakit Kota kupang, atau rumah sakit Propinsi NTT minimal 2 hari seminggu bertugas di Rote Ndao dengan insetif khusus, kalau jangka panjang ya usul ke kemenkes.
Kalau usul ke Kemenkes butuh jawaban yang makan waktu, dan akan ada korban lain akibat persalinan, Tutup dokter senior ini.
Media pun mendapat Informasi terkait hengkangnnya dokter obgyn dan penyakit dalam dari Rote Ndao akibat insentif senilai 45 juta yang biasa di terima dengan rincian dari kemenkes 25 juta dan pemda 20 juta. Di hentikan sepihak oleh pemda, dan dokter hanya terima 25 juta dari Kemenkes pertanggal 2/01/2026.
Akhirnya masyarakat di paksa untuk ke kupang untuk operasi ceaser dan normal dengan catatan kelainan tertentu, yang membutuhkan dokter spesialis.
Sampai Berita ini di turunkan dua SKPD, Dinkes Kesehatan dan RSUD Ba’a tidak pernah mau merespon media ini(JM)


