Home / news

Senin, 19 Januari 2026 - 10:44 WIB

Proyek Revitalisasi Peningkatan Ruas Jalan Nembrala-Mbueain Dikerjakan Oleh PT. Hello Ifan Malole Sudah Selesai 100 %

Penulis: Rudi Mandala

Rote Ndao-SUARANKRI.COM-Pengerjaan proyek revitalisasi peningkatan ruas jalan Nembrala-Mbueain ( Lapen ) yang berlokasi di kecamatan Rote Barat, kecamatan Rote Ndao

Proyek peningkatan jalan tersebut di anggarkan dari dana Akomolisasi umum ( DAU ) Insentif fiskal dengan pagu dana sebesar. Rp 1.086.777. 000 (Satu miliar delapan puluh enam juta tujuh ratus tujuh puluh tujuh rupiah), di kerjakan oleh PT. Hello Ifan Malole, molor dari jadwal. Imbasnya, pelaksana proyek kena denda pinalti karena faktor cuaca dan stok ter di kabupaten Rote Ndao habis.

Kontraktor proyek PT. Hello Ifan Malole buka suara. Menurut, Efendi Ello, menyampaikan keterlambatan tersebut karena kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi hambatan tersendiri.”Cuaca ekstrem yang berubah-ubah menjadi kendala, terutama pekerjaan pengecoran dan pengaspalan yang harus dilakukan di kondisi cuaca cerah

,” kata Direktur PT Hello Ifan Malole, Efendi, saat dihubungi SuaraNkri Com, Minggu  (18/1/2026).Efendy mengatakan, saat ini memang masih ada beberapa pekerjaan finishing yang belum selesai.

Dia juga menyebut soal pekerjaan terlambat karena faktor cuaca dan ter kurang lima drum ter dan hari ini kita sudah selesaikan seratus persen. Senin (19-1-2026) .,” ujarnya. Efendy

Bupati Paulus Henuk juga minta dinas PUPR Rote Ndao Pastikan Ruas Jalan Belum Rampung Tetap Dilanjutkan, Kontrak Diperpanjang dan Sanksi Tetap Diberlakukan.

Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, memastikan sejumlah ruas jalan yang belum selesai dikerjakan tetap akan dilanjutkan hingga tuntas. Kepada SuaraNkri, ia menjelaskan keterlambatan terjadi karena perubahan anggaran baru dilakukan pada Oktober 2025, disusul perencanaan ulang sehingga waktu pelaksanaan menjadi terbatas.

Meski demikian, pemerintah daerah memilih memperpanjang kontrak proyek demi asas manfaat agar pekerjaan tidak mubazir.

Bupati menegaskan sanksi keterlambatan tetap diterapkan sesuai aturan baku yang tertuang dalam kontrak kerja

Bupati Paulus Henuk mengatakan, keterlambatan proyek merupakan hal yang masih dapat dimaklumi, namun harus menjadi bahan evaluasi serius.

Karena itu, pemerintah daerah kini menerapkan pengendalian kas yang jauh lebih ketat di seluruh OPD. Ia mengungkapkan, saat ini posisi kas daerah dapat dipantau langsung dari meja kerjanya setiap hari.

OPD yang tidak melaksanakan program sesuai arus kas yang telah disusun akan menjadi bahan evaluasi pimpinan daerah

Bupati Rote Ndao itu  menegaskan, dirinya bersama Wakil Bupati akan lebih serius memastikan APBD dikelola mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pelaporan hingga pertanggungjawaban secara efektif dan efisien

Share :

Baca Juga

news

Dugaan Seorang Polwan Curi Uang: Akhirnya Mengakui Dan Bersama Korban Saling Memaafkan

news

Listrik Jalur Batutua-Kuli Sering Padam Warga Minta Pihak PLN Rote Ndao, Serius Dalam Pelayanan

news

Polisi Ringkus Spesial Jambret Yang Masih Berstatus Narapida: Di Kediamannya Desa Boni

news

Kanit Binmas Polsek Rote Timur Bertindak Selaku Inspektur Upacara Di SMAN 1 Rote Timur, Sinergi Polri Dan Sekolah

news

Oknum Guru (HK) Di Duga Hamili Seorang Perempuan, Enggan Bertanggung Jawab Dipanggil Kepsek Untuk Klarifikasi: Mari Simak Apa Jawabannya

news

Gubernur NTT Kukuhkan DPD Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Forum PLKP Periode 2026 – 2031

news

Seorang Guru SMPN 1 Rote Selatan Menghamili Seorang Cewek Enggan Bertanggung Jawab, dan Akan Ber, urusan Dengan Hukum

news

Laka lantas Rote Tenggah Merenggut Nyawa Yang Sangat Tragis Sopir Kabur