
Rote Ndao- SUARANKRI.COM-Kecamatan Rote Timur dan sebagian wilayah Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao, menjadi lokasi Proyek Strategis Nasional Kawasan Sentra Industri Garam Nasional yang dikerjakan oleh BUMN PT Nindya Karya.
Namun dalam beberapa hari terakhir, wilayah tersebut dilanda banjir dan air pasang akibat tingginya intensitas curah hujan.
Luapan air bercampur lumpur menutupi badan jalan serta lahan persawahan masyarakat, sehingga mengganggu aktivitas warga.
Kondisi ini memunculkan sejumlah opini di media sosial yang mengaitkan banjir dengan pembangunan industri garam yang sedang berlangsung.
Menanggapi hal tersebut, Camat Rote Timur, Milian Bulan, kepada Media SuaraNkri menegaskan banjir dan luapan air sudah terjadi sejak lama, jauh sebelum proyek industri garam dimulai. Ia juga menyebut para pekerja PT Nindya Karya turut membantu membersihkan material lumpur di jalan yang terdampak banji
Senada dengan itu, Kepala Desa Serubeba, Johanis Poy, mengatakan desanya memang kerap mengalami banjir dan genangan air sebelum adanya pembangunan tambak garam. Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak ragu mendukung kehadiran industri garam karena dampak positifnya sangat besar bagi kesejahteraan warga
Sementara itu, Wakil Project Manager PT Nindya Karya, Eko, menegaskan pembangunan tambak garam tidak membawa dampak negatif bagi masyarakat.
Menurutnya, kehadiran industri garam justru membuka peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan warga sekitar.
Ia menambahkan, pihaknya telah berdiskusi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan teknis. Di antaranya dengan mengganti crossing yang sebelumnya berdiameter kecil menjadi lebih besar, membenahi saluran air, serta menyiapkan sistem drainase yang lebih optimal
Melalui langkah-langkah tersebut, diharapkan aktivitas pembangunan industri garam nasional di Rote Ndao dapat berjalan lancar sekaligus tetap menjaga kenyamanan dan keselamatan masyarakat sekitar.
Penulis: Rudi Mandala
Rote Ndao- SUARANKRI.COM-Kecamatan Rote Timur dan sebagian wilayah Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao, menjadi lokasi Proyek Strategis Nasional Kawasan Sentra Industri Garam Nasional yang dikerjakan oleh BUMN PT Nindya Karya.
Namun dalam beberapa hari terakhir, wilayah tersebut dilanda banjir dan air pasang akibat tingginya intensitas curah hujan.
Luapan air bercampur lumpur menutupi badan jalan serta lahan persawahan masyarakat, sehingga mengganggu aktivitas warga.
Kondisi ini memunculkan sejumlah opini di media sosial yang mengaitkan banjir dengan pembangunan industri garam yang sedang berlangsung.
Menanggapi hal tersebut, Camat Rote Timur, Milian Bulan, kepada Media SuaraNkri menegaskan banjir dan luapan air sudah terjadi sejak lama, jauh sebelum proyek industri garam dimulai. Ia juga menyebut para pekerja PT Nindya Karya turut membantu membersihkan material lumpur di jalan yang terdampak banji
Senada dengan itu, Kepala Desa Serubeba, Johanis Poy, mengatakan desanya memang kerap mengalami banjir dan genangan air sebelum adanya pembangunan tambak garam. Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak ragu mendukung kehadiran industri garam karena dampak positifnya sangat besar bagi kesejahteraan warga
Sementara itu, Wakil Project Manager PT Nindya Karya, Eko, menegaskan pembangunan tambak garam tidak membawa dampak negatif bagi masyarakat.
Menurutnya, kehadiran industri garam justru membuka peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan warga sekitar.
Ia menambahkan, pihaknya telah berdiskusi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan teknis. Di antaranya dengan mengganti crossing yang sebelumnya berdiameter kecil menjadi lebih besar, membenahi saluran air, serta menyiapkan sistem drainase yang lebih optimal
Melalui langkah-langkah tersebut, diharapkan aktivitas pembangunan industri garam nasional di Rote Ndao dapat berjalan lancar sekaligus tetap menjaga kenyamanan dan keselamatan masyarakat sekitar.


