Home / news

Rabu, 26 November 2025 - 12:55 WIB

Skandal Proyek Irigasi Di Desa Tuanatuk Dana Miliaran Tak Ada Pengawasan Konsultan dan Tanpa Papan Proyek

Penulis: Rudi Mandala.

Rote Ndao-SUARANKRI.COM-Proyek irigasi di Desa Tuanatuk, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao yang volumenya 600 meter kembali menjadi sorotan. Masyarakat menuding proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah ini tidak berjalan maksimal, bahkan diduga menjadi ajang bancakan bagi masyarakat desa Tuanatuk.

Sumber dari warga setempat menyebutkan bahwa sistem irigasi Tuanatuk yang seharusnya membantu petani kini tidak dikerjakan tidak dengan optimal.

Kepala Desa Tuanatuk Rijad Kolloh, pun mengakui bahwa dirinya tidak mengetahui secara detail bagaimana pemanfaatan proyek tersebut, karena saat program ini turun, ia belum ada papan informasi di pajang.

Tambah lai kalau masyarakat komplain kerena sisa berapa hari lagi mereka sudah mulai kerja sawah sedangkan sawah tersebut sumbernya hanya dari ini irigasi namun sampai sekarang belum dikerjakan habis yang akan memicu keributan

Yang jadi pertanyaan Proyek dengan Anggaran Fantastis. proyek ini diduga kuat hanya menjadi ajang bagi-bagi kue. Bahkan yang lebih mengejutkan, meski proyek ini sudah berjalan namun hingga sampai saat ini tak ada satu pun konsultan yang mengawasi serta dari dinas pun tak pernah turun ke lokasi proyek tersebut.

“ Proyek irigasi ini berpotensi gagal. Ini menimbulkan kecurigaan adanya konspirasi sistematis untuk merampok uang negara,” ujar salah satu masyarakat kepada media pada Rabu 26 November 2025.

Tak hanya itu, proyek ini sempat menyeret isu Milik PT Waskita Karya yang memenangkan tender dan Sub oleh Beni Ballo.

Meskipun proyek ini didesain untuk membantu petani, kenyataannya para petani justru tidak mengetahui dana tersebut berasal dari mana.

Lebih miris lagi pengakuan salah satu pekerja menyampaikan kepada media bahwa sesuai informasi dari Beni Ballo bahwa proyek irigasi ini hari kalender kerja hanya sampai bulan Desember namun pada hari ini Rabu 26 November 2025, pekerjaan fisik baru 15 Persen.

Sehingga proyek ini tak ada trasparasi kepada publik kami minta APH agar dapat mengusut persoalan ini.

Share :

Baca Juga

news

PT. Nadya Karya Memiliki SOP Sendiri Untuk Melibatkan Masyarakat Ladu Leko Dalam Proyek Pembangunan Tambak Garam

news

Kalapas Ba,a Rote Menyampaikan Terimah Kasih Kepada Dirjen Kemasyarakatan Atas Bantuan 1 Unit Mobil Tangki Air

news

Rote Ndao Raih Peringkat Tiga Terbaik Se-NTT Delapan Aksi Konvergensi Stunting, Gubernur Apresiasi

news

Pengcab Taekwondo Rote Ndao Melaksanakan Ujian Kenaikan Tingkat untuk Memperkuat Pembinaan Atlet Muda

news

Plt Asisten 1 Rote Ndao Gelar Rapat Kordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting

news

Dinas Perhubungan Rote Ndao Siap Genjot PAD Dari Berbagai Sektor

news

Anggota DPRD Rote Ndao Minta Perekrutam Tenaga Kerja Dilokasi Konstruksi Tambak Garam Utamakan Pemilik Lahan

news

Warga Minta Bupati Rote Ndao Evaluasi Management Puskesmas Oehandi di Nilai Pelayanan Buruk