
ROTE NDAO- SuaraNkri.Com — Perjuangan menuju Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) terus dilalui Kaleb Difandro Hasudungan Bessie, alumni SMA Negeri 1 Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.
Di tengah ketatnya persaingan seleksi sekolah kedinasan tersebut, Kaleb berhasil melewati dua tahapan seleksi dan kini berjuang untuk melangkah ke tahap berikutnya.
Perjalanan Kaleb dimulai dari Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Dari 960 peserta asal Provinsi Nusa Tenggara Timur, ia berhasil dinyatakan lulus dan masuk dalam 156 peserta yang berhak melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya.
Prestasi tersebut kembali ditorehkan Kaleb pada tahapan Tes Kemampuan Bahasa Inggris (TKBI) melalui Cambridge English Skills. Ia meraih nilai 497, melampaui ambang batas atau passing grade yang ditetapkan sebesar 400. Dengan hasil tersebut, Kaleb menempati urutan ke-52 dari 104 peserta.
Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kaleb, keluarga, almamater, dan masyarakat Kabupaten Rote Ndao. Meski demikian, perjuangannya belum berakhir. Tahapan selanjutnya adalah Tes Kesehatan yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Oktober 2026.
Seleksi IPDN tahun ini memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, termasuk pada tahapan TKBI dan mekanisme penghitungan nilai yang menjadi salah satu dasar penentuan peserta untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.
“Jujur, Memang Agak Sulit”
Setelah berhasil melewati tahapan TKBI, Kaleb mengaku merasa lega sekaligus bersyukur. Ia mengatakan, soal yang dihadapi dalam tes tersebut cukup berbeda dari materi TOEFL yang selama ini dipelajarinya.
“Ya, jujur memang agak sulit karena berbeda dengan ujian yang lalu.
Tapi puji Tuhan, bisa lulus dengan nilai yang baik,” ungkap Kaleb.
Bagi Kaleb, keberhasilan melewati dua tahapan seleksi tersebut merupakan pencapaian yang patut disyukuri. Perjalanan ini bukan sekadar tentang hasil, melainkan juga tentang proses, perjuangan, doa, dan keyakinan kepada Tuhan.
Sebagai salah satu putra Rote Ndao yang masih bertahan dalam proses seleksi IPDN, Kaleb mengaku bersyukur dan bangga karena dapat membawa nama keluarga, sekolah, dan daerahnya hingga sejauh ini.
Kebanggaan dan Doa Orang Tua
Perjuangan Kaleb tidak terlepas dari dukungan kedua orang tuanya, Yedid Y. Bessie, S.Th., dan Rosminaria Lely Siahaan.
Yedid Y. Bessie mengungkapkan rasa haru dan bangganya atas pencapaian sang putra. Baginya, keberhasilan Kaleb melewati tahapan SKD saja sudah menjadi kebahagiaan tersendiri.
“Dengan lulus Tes SKD saja saya sudah senang. Dari 960 peserta, Kaleb ada dalam 156 peserta yang dinyatakan lulus,” ungkap Yedid.
Kebanggaan itu semakin bertambah ketika Kaleb kembali berhasil melewati Tes Kemampuan Bahasa Inggris dengan hasil yang baik.
“Apalagi ia lulus Tes Kemampuan Bahasa Inggris dengan level Cambridge English Skills. Pokoknya Kaleb terbaik,” tuturnya.
Namun, bagi Yedid, pencapaian tersebut bukan semata-mata hasil kemampuan dan kerja keras manusia. Ia meyakini bahwa penyertaan Tuhan memiliki peran penting dalam setiap proses perjuangan putranya.
“Bagi saya, langkah Kaleb sampai pada tahap ini tentu karena anugerah Tuhan. Saya percaya ada campur tangan Tuhan dalam pergumulan Kaleb,” katanya.
Kini, perhatian keluarga tertuju pada tahapan seleksi berikutnya. Yedid berharap Kaleb dapat melewati Tes Kesehatan dengan baik dan memohon dukungan doa dari keluarga serta masyarakat.
“Saya terus memohon doa untuk kita semua. Kiranya pada Tes Kesehatan Kaleb bisa melewatinya,” ujarnya.
Terus Melangkah dan Berharap
Perjalanan Kaleb Difandro Hasudungan Bessie menuju IPDN masih membutuhkan perjuangan dan kesiapan untuk menghadapi setiap tahapan seleksi. Setelah melewati SKD dan TKBI, ia diharapkan dapat melanjutkan langkahnya dengan penuh keyakinan.
Bagi Kaleb dan keluarganya, setiap tahapan merupakan kesempatan untuk terus belajar, berusaha, berdoa, dan menyerahkan seluruh proses kepada Tuhan.
Perjuangan menuju cita-cita memang tidak selalu mudah. Ada tantangan yang harus dihadapi, ada keraguan yang perlu dilewati, dan ada doa yang terus dipanjatkan di setiap langkah.
Kiranya Tuhan senantiasa menyertai Kaleb dalam perjuangannya menuju IPDN. Semoga kesehatan, kekuatan, ketenangan, dan hikmat menyertainya hingga seluruh proses seleksi selesai.
(YB)


