Home / news

Jumat, 25 September 2026 - 12:35 WIB

Rote Ndao dan ARUNGI Dorong Pertanian Cerdas Iklim untuk Ketahanan Pangan

Rote Ndao — SuaraNkri.Com-Pemerintah Kabupaten Rote Ndao bersama Yayasan Selancar Arungi Indonesia (ARUNGI) menyosialisasikan pelaksanaan Sekolah Lapang Pertanian Cerdas Iklim atau Nutrition-Sensitive Climate-Smart Agriculture (NSCSA) sebagai upaya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi perubahan dan variabilitas iklim.

Sosialisasi tersebut berlangsung di Aula Bapperida Kabupaten Rote Ndao, Kamis (24/9/2026). Program ini juga diarahkan untuk meningkatkan ketersediaan dan keragaman pangan bergizi guna mendukung pemenuhan gizi keluarga.

ARUNGI menargetkan sekitar 2.000 peserta yang terdiri atas petani, kader posyandu, PBM potensial, keluarga ibu hamil, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta staf BUMDes untuk terlibat dalam Sekolah Lapang NSCSA.

Pendekatan Sekolah Lapang NSCSA menekankan proses pembelajaran melalui praktik langsung. Dengan pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan dapat melihat, memahami, sekaligus mempraktikkan penerapan pertanian cerdas iklim di lapangan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Rote Ndao, Maraden A. Y. Patola, M.Sc., mengatakan pendekatan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat melalui program kebun gizi dan pemberdayaan petani.

“Masyarakat didorong untuk bertani tidak hanya pada musim hujan. Program ini sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan dan kebun gizi untuk mendukung ekonomi dan kesehatan masyarakat,” ungkap Maraden.

Menurutnya, sinkronisasi data menjadi salah satu hal penting dalam pelaksanaan program agar tidak terjadi tumpang tindih. Hal tersebut mengingat program kebun gizi juga dijalankan oleh pemerintah desa maupun Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melalui Dinas Pertanian.

Kondisi tersebut, lanjut Maraden, perlu diarahkan menjadi sinergi antarpihak, termasuk dengan melihat kebun gizi sebagai bagian dari upaya penanganan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Program Manager ARUNGI, Agung Lenggono, menegaskan pentingnya koordinasi antara ARUNGI dan pemerintah daerah, termasuk dalam penggunaan data kelompok tani sebagai data satu pintu.

“Diperlukan koordinasi dan kerja sama antara ARUNGI dan pemerintah daerah dalam kegiatan ini agar saling memperkuat. Terkait data kelompok tani, akan diupayakan menggunakan data satu pintu. Kami juga akan memberikan data capaian ARUNGI,” ucap Agung.

Melalui kolaborasi tersebut, pelaksanaan Sekolah Lapang NSCSA diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menerapkan praktik pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim, tetapi juga mendorong ketersediaan pangan yang lebih beragam dan bergizi.

Program ini sekaligus diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, kelompok tani, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ketahanan pangan serta meningkatkan kualitas gizi keluarga di Kabupaten Rote Ndao.

Share :

Baca Juga

news

22 Desa Persiapan di Rote Ndao Tunggu Verifikasi Faktual Kemendagri, Target Kode Register 2027

news

Rote Ndao Dorong Pemanfaatan Energi Terbarukan Menuju NZE 2050

news

SMA N 1 Lobalain Gelar Pembinaan Rohani Kristen Bertema “Bangkit Bersama Tuhan

news

Bantuan ATENSI Kemensos Rp375 Juta Disalurkan kepada 46 Penerima di Rote Ndao

news

Buka Nasdem Cup 2026, Bupati Rote Ndao Dorong Pembinaan Sepak Bola Berjenjang

news

Ketua PSSI Rote Ndao Alfred Saudila Punya Visi Besar untuk Sepak Bola

news

Antisipasi Gangguan Kamtib, Lapas Baa Bersama TNI-Polri Geledah Blok Hunian

news

Bhabinkamtibmas Bripka Fredik Natu Sambangi Warga Desa Helebeik, Imbau Jaga Kamtibmas