
Penulis: Rudi Mandala
Rote Ndao-SUARANKRI.COM– Entah Persoalan Apa Sehingga Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional dapur Metina yang melayani 9 sekolah.
- UPTD SDl Tuabolok.
- UPTD SDl Mokdale
- UPTD SDN 1 Ba,a
- UPTD SDN 2 Ba,a
- UPTD SDl 3 Ba,a
- UPTD SMPN 1 Ba,a
- UPTD SMPN 2 Ba,a
- UPTD SMPN 3 Ba,a
- SMA Kristen Silioam Metina.
Penyebabnya ada persoalan antara Asisten Lapangan Dapur MBG dan Kepala SPPG
Tetapi sayang sakali persoalan Interen Antara kepala SPPG dan Asisten dapur MBG Metina yang berdampak pada ribuan siswa-siswi sudah dua Minggu lebih tidak mendapat distribusi MBG.
Kepala UPTD SD Inpres Tuabolok, Selviana Adu, S.Pd. ketika di temui madia SUARANKRI.COM, di ruang kerjanya. Ia menyebut dari SPPG Metina menyampaikan ke kita pihak sekolah bahwa MBG Metina belum bisa distribusi karena pengaruh cuaca buruk menghambat masuknya bahan pangan. Informasi tersebut disampaikan langsung pihak SPPG kepada sekolah.
“Logistik belum masuk karena cuaca buruk di laut,” ujar Selviana kepada Media. Kondisi ini berdampak pada keberlanjutan MBG di sekolahnya.
Menurut Selviana, para siswa mulai mempertanyakan keberadaan MBG yang sebelumnya rutin diterima.
Pihak sekolah berupaya menjelaskan situasi cuaca kepada para siswa.
“Anak-anak bertanya kenapa makanan belum ada lagi,” katanya.
Guru menjelaskan keterlambatan terjadi karena distribusi terhambat cuaca.
Jumlah siswa SD Inpres Tuabolok mencapai 86 orang dan seluruhnya penerima manfaat MBG. Mayoritas siswa berasal dari keluarga petani dengan keterbatasan uang jajan.
“Bagi kami MBG sangat membantu kebutuhan anak-anak,” ujarnya.
Program ini dinilai meringankan beban keluarga siswa.
Ia menambahkan, MBG membuat siswa lebih fokus belajar di kelas.
Anak-anak tidak lagi mengikuti pelajaran dalam kondisi lapar.
Selain itu, kualitas menu MBG juga mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Menu dinilai bergizi dan disukai para siswa.
“Menu dari SPPG sangat baik dan anak-anak senang,” kata Selviana. MBG membantu siswa yang tidak sempat sarapan di rumah.
Pihak sekolah berharap distribusi MBG segera kembali normal. Program ini dinilai penting bagi kesehatan dan pendidikan anak-anak Rote Ndao.


